Alex Noerdin Akhirnya Datangi Penyidik Kejagung

Foto: Gedung JAM PIDSUS Kejagung RI

dutainfo.com–Jakarta: Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin akhirnya datang ke Penyidik Kejaksaan Agung RI, Rabu (14/8/2019).

Penyidik Kejaksaan Agung, memanggil Alex untuk diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah bantuan sosial Pemrov Sumsel tahun anggaran 2013.

Sebelumnya diberitakan kasus ini berawal dari penemuan pihak Kejaksaan Agung, mengenai adanya penerimaan fiktif dana bantuan tersebut, para penerima dana bansos diduga membuat akta palsu guna menerima bantuan dari pemerintah.

Pada kasus tersebut pihak penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah menetapkan dua orang yang dijadikan tersangka yakni Mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Sumsel Ikhwanuddin, dan Kepala BPKAD Prov Sumsel Laona Toning. (Tim)

Jaksa: 5 pelaku rusuh 22 Mei lakukan kekerasan disertai pengancaman

dutainfo.com-Jakarta: Sidang perdana pelaku kerusuhan 22 Mei, digelar di Pengadilan Jakarta Barat, digelar secara terpisah 18 perkara dengan 84 tersangka. Sedangkan lima orang didakwa melakukan pengrusakan dan pembakaran mobil di Asrama Brimob.

Gelar sidang perdana kerusuhan 22 Mei, pada Selasa (13/8/2019).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Kurniawan menyebut kelima terdakwa yakni Makmuril Husni, Supriyanto, Ahmad Supriyanto, Imam Slamet, dan Taufiq Hidayat, secara bersama-sama melakukan kekerasan dengan pengancaman.

“Kelima terdakwa pada hari Rabu 22 Mei bertempat di Asrama Polri Petamburan, Jakarta Barat, yang melakukan yang menyuruh melakukan perbuatan dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seorang pejabat untuk melakukan perbuatan jabatan atau tidak melakukan perbuatan jabatan yang sah,” ujar JPU Kurniawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, (13/8/2019).

Masih kata JPU Kurniawan, awalnya pada Selasa 21 Mei, telah terjadi unjuk rasa di Kantor Bawaslu Jakarta Pusat, pada saat dibubarkan oleh petugas, ternyata massa bergerak menuju Petamburan, Jakarta Barat.

Tepat pukul 2.00 WIB, Tanggal 22 Mei massa bergerak ke KS Tubun depan Asrama Mako Brimob untuk melakukan perusakan dan pembakaran mobil yang diparkir di halaman Asrama Brimob Petamburan, Jakarta Barat.

Lantas Kabag OPS Polres Jakarta Barat AKBP Wuryanto mengimbau dan memberi peringatan kepada massa tersebut namun peringatan itu tidak digubris oleh massa.

Massa terus melakukan pelemparan batu, kayu, panah beracun, dan bom molotov, sehingga saksi berhasil menangkap beberapa massa, ungkap Kurniawan.

Selanjutnya para pelaku diamankan polisi, akibatnya perusakan tersebut jalan Asrama Brimob Petamburan dan sekitarnya terisolasi karena banyak massa dan tak dapat dilewati masyarakat. (Hdr)

Kapolda Metro Jaya Kunjungan Kerja Ke Polres Jakarta Barat

Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono saat kunker ke Mapolres Jakarta Barat

dutainfo.com-Jakarta: KaPolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono M.Si melaksanakan kunjungan kerja ke Mapores Jakarta Barat, (13/8/2019).

Dalam kunjungan kerjanya Kapolda Metro Jaya melihat langsung kinerja Polres Jakarta Barat dalam pelayanan kepada masyarakat, perlindungan dan pengayoman hukum kepada masyarakat, serta penegakan hukum.

Selain itu Kapolda Metro Jaya juga menerima laporan situasi dan kondisi Mapolres Jakarta Barat.

“Kapolres Jakarta Barat banyak melakukan inovasi-inovasi dan kreatifitas bahkan ada tiga hal yang kita lihat tadi diantaranya mencanangkan zero narkoba, hasilnya banyak ungkap kasus yang dilakukan Kapolres,” ujar Irjen Gatot.

Selain itu yang kedua zero terhadap premanisme menjadi prioritas bagai saya juga tidak ada lagi preman-preman atau kelompok yang melakukan tindak premanisme.

Bahkan masih banyak yang saya apresiasi terhadap Kapolres dan jajaranya dan juga masih banyak hal-hal lain yang diindikasikan terkait pelayanan yang bisa kita lihat di media centre Polres Jakarta Barat, ungkapnya.

“Ada hal positif seperti adanya media centre kemudian pendekatan yang dilakukan oleh Kapolres serta strategis-strategi mungkin Polres lain juga sudah melakukan tetapi Polres Jakarta Barat patut diapresiasi,” tutup Irjen Gatot Eddy Pramono. (Hdr/elw)

Lepas Sambut Kajari Bekasi Dihadiri Forkopimda

Foto: Mantan Kajari Kota Bekasi Hermon Dekristo, dan Kajari Kota Bekasi Sukarman saat acara lepas sambut Kajari Kota Bekasi

dutainfo.com-Bekasi: Lepas sambut Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, dari pejabat lama Hermon Dekristo kepada pejabat baru Sukarman, dihadiri Forkopimda Kota Bekasi yakni Walikota, Kapolres, dan Kepala Pengadilan.

Dalam kesempatan itu mantan Kajari Kota Bekasi Hermon Dekristo mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan koordinasi selama ini kepada semua unsur Forkopimda Kota Bekasi.

“Saya sangat berterima kasih, dan sungguh sangat luar biasa ikatan persaudaraan disini,” ujar Hermon Dekristo.

Saya juga tak akan pernah melupakan Kota Bekasi ini, papar mantan Kajari Rantauprapat Sumatera Utara.

Selepas dari Jabatan Kajari Kota Bekasi, Hermon Dekristo mendapat promosi jabatan sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Sementara posisi Kajari Kota Bekasi yang baru dijabat oleh Sukarman.

Seperti diketahui Sukarman bukanlah orang baru dilingkungan Kajari Kota Bekasi, pada tahun 2008 pernah menjabat sebagai Kasi Datun Kejari Kota Bekasi.

Dalam sambutanya Kajari Sukarman juga memohon dukungan kepada unsur Forkopimda Kota Bekasi.
“Saya selaku Kajari Kota Bekasi mohon dukungan dari Forkopimda, dan akan selalu berkoordinasi sesuai dengan Visi Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera, dan Ihsan,” ucap Sukarman, Selasa (13/8/2019).

Hadir pada acara lepas sambut Kajari Kota Bekasi diantaranya, Walikota Bekasi, Kapolres Kota Bekasi, dan Kepala Pengadilan Negeri Kota Bekasi. (Tim)

Tim Gabungan KPK- Pidsus Kejagung Rekonstruksi Di Kantor Pajak Jakbar

Foto : Kantor pajak Cengkareng Jakarta Barat

dutainfo.com-Jakarta: Tim penyidik gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap di kantor pelayanan pajak pratama, Cengkareng, Jakarta Barat, hal ini dilakukan terkait dugaan suap pengurusan restitusi pajak PT Cherg Tay Indonesia.

“Ya benar hal ini dilakukan terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengawai negeri yang menerima hadiah atau janji berkaitan dengan pengurusan permohonan restitusi pajak PT Cherg Tay Indonesia tahun 2016,” ujar Humas KPK Febri Diansyah, pada awak media, Selasa (13/8/2019).

Masih kata Febri, penyidikan sedang dilaksanakan oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI.

“Rekonstruksi ini diikuti oleh tim penyidik gabungan yakni Penyidik Jaksa Agung, Satgas Penindakan KPK, Inspektorat bidang investigasi Kementrian Keuangan RI, dan perwakilan KPP Pratama Cengkareng,” ungkap Febri.

Perkara tindak pidana korupsi tersebut merupakan hasil penyelidikan KPK bersama Inspektorat Bidang Investigasi Kemenkeu RI, lantas penanganan kasus tersebut dilimpahkan pada Pidsus Kejagung pada September 2018, tutup Febri Diansyah. (Tim)