Ini Kata Danrem 052/Wkr Saat Sertijab Perwira Staf Dan Dandim 0506/Tgr

Foto: Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Rano Tilaar SE, saat pimpin Sertijab Para Perwira Staf (dok Penrem 052/Wkr)

dutainfo.com-Jakarta: Upacara serah terima jabatan, Kasi Intel, Kasi Ops Kasrem 052/Wijayakrama dan Dandim 0506/Tgr, dipimpin langsung Komandan Korem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Rano Tilaar SE, yang digelar di Makorem 052/Wkr Jl Boulevard, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, pada Selasa (26/4/2022).

Adapun para perwira menengah (Pamen), yang mendapatkan promosi jabatan yakni Kasi Intel Kasrem 052/Wkr, Kolonel Inf Mangapul Hutajulu menjabat sebagai Dandenma Kodam V Brawijaya, sedangkan Letkol Inf Deki Rayusyah Putra menjabat sebagai Kasi Intel Korem 052/Wkr mengantikan posisi Kolonel Inf Mangapul Hutajulu, selanjutnya jabatan Kasi Ops Kasrem 052/Wkr yang sebelumya dijabat Kolonel Inf Nico Reza H Dipura, dijabat oleh Letkol Inf Ardi Sukatri, sedangkan Kolonel Inf Nico Reza H Dipura, mendapat kepercayaan jabatan sebagai Kabid Penanganan Konflik dan Kontijensi Keamanan dan Transportasi Kemenpolhukam, dan Dandim 0506/Tgr Kolonel Inf Puji Hartono, mendapat kepercayaan menjabat sebagai Aster Kasdam IX Udayana, sementara Jabatan Dandim 0506/Tgr dijabat oleh Letkol Inf Ali Imran.

Dalam amanatnya Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Rano Tilaar SE, mengatakan Sertijab dilingkungan Korem 052/Wkr merupakan proses alamiah dalam rangka pembinaan personil, memberikan kesempatan bagi perwira untuk mengembangkan kariernya, meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas organisasi.

“Selain itu Sertijab juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tuntutan dinamika organisasi tugas militer untuk kepentingan pembinaan satuan dan pengembangan karir bagi para prajuritnya,” ujar Brigjen TNI Rano Tilaar.

Dalam kesempatan itu, Danrem juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas ditempat yang baru kepada pejabat baru dan pejabat lama.

“Semoga di tempat tugas yang baru bisa amanah, bisa bertugas lebih baik dan berkah buat keluarga,” pesannya.

Selain itu Danrem Brigjen TNI Rano Tilaar, juga berharap agar pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dan bekerja dengan profesional.

Hadir dalam kegiatan sertijab tersebut diantaranya Para Perwira Korem 052/Wkr, Dandim jajaran Korem 052/Wkr, dan Ketua Persit Koorcab Rem 052 PD Jaya.
(Tim)

Jelang Idul Fitri Kejari Banyuwangi Musnahkan Barbuk Narkoba

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Negeri Banyuwangi, jelang Hari Raya Idul Fitri, melaksanakan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana narkotika, tindak pidana umum, dan tindak pidana ringan, yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht) di Halaman Kantor Kejari Banyuwangi Jl Jaksa Agung Suprapto 63 Banyuwangi, Jawa Timur pada Senin (26/4/2022).

Pemusnahan barang bukti narkotika, perkara tindak pidana umum, dan tindak pidana ringan, dengan berbagai barang bukti diantaranya sabu-sabu sebanyak 1,19 gram, Trihexyphenidyl 260 butir, pakaian, hp, botol air mineral berisi arak Bali sebanyak 19 botol, bir sebanyak 19 botol dan senjata tajam.

Pemusnahan barang bukti ini dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi M Rawi yang didampingi Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan M Bimo P Nugroho, Kasi Pidum Ahmad Budi Muklish, Kasi Intel Mardiyono, dan Tim Pengelolaan Barang Bukti Kejari Banyuwangi.

“Pemusnahan barang bukti ini adalah bagian dari penegakan hukum sesuai dengan salah satu tugas dan wewenang Kejaksaan di bidang pidana sebagai eksekutor yang melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” ujar M Rawi, kepada awak media, Senin (26/4).

Sementara Kasi PB3R Kejari Banyuwangi M Bimo P Nugroho, menambahkan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika dan tindak pidana lainya telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau Inkracht.

“Jadi sudah ada kekuatan hukum tetap,” ungkap Bimo.

Kegiatan pemusnahan barang bukti ini tetap memperhatikan protokol Covid-19.
(Hdr)

Ini Kata Jampidsus Terkait Kasus Korupsi Migor

Foto: Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI Febrie Adriansyah (Ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pihak Kejaksaan Agung RI, akan terus mendalami dan mengusut kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO), atau minyak goreng, termasuk akan memeriksa korporasi minyak sawit.

“Ya korporasi minyak kelapa sawit tidak menutupi kemungkinan akan diperiksa bahkan bisa dijerat apabila memiliki hubungan dalam dugaan korupsi tesebut,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, kepada awak media, Sabtu (23/4/2022).

Masih kata Febrie, apabila ada alat bukti yang cukup kuat, akan kami tersangkakan juga korporasi.

“Kami masih terus bekerja melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan memeriksa alat bukti yang ada, artinya tersangka baru dalam kasus ini dapat dilakukan jika ada bukti kuat,” ungkapnya.

Termasuk apakah nantinya ada TPPU semua tidak menutup kemungkinan akan kami periksa dan kembangkan.

Sebelumya penyidik pada Pidsus Kejaksaan Agung RI, telah menggeledah 10 tempat guna mencari alat bukti lainya, salah satu yang digeledah adalah rumah tersangka Indrasari Wisnu Wardhana.
(Tim)

Dikasus Mafia Tanah Milik Pertamina, Kejati DKI, Jakarta Sita Dokumen Dan Aset

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Tinggi DKI, Jakarta, telah menaikan ke tahap penyidikan penanganan kasus mafia tanah aset PT Pertamina di Jl Pemuda Rawamangun,Jakarta Timur.

Selain itu pihak Kejati DKI, Jakarta juga telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di rumah tiga ahli waris.

“Penggeledahan itu dilakukan tim penyidik dari Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI, Jakarta,” ujar Kasipenkum Kejati DKI, Jakarta, Ashari Syam, kepada awak media Sabtu (23/4/2022).

Masih kata Ashari, tim penyidik melakukan penggeledahan di rumah ahli waris yang berinisial ALS, S, dan AYS di Cianjur.

” Ketiga saksi yang tempat tinggalnya digeledah adalah merupakan ahli waris dari almarhum RS Hadi Sopandi,” ungkapnya.

Selain melakukan penggeledahan penyidik juga melakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait tanah Pertamina di Jl Pemuda, Jakarta Timur.

Selanjutnya penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi yang berstatus sebagai perangkat Desa Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dimana Almarhum RS Hadi Sopandi pernah tinggal sebelumya.

“Dalam proses penyidikan ditemukan fakta adanya dugaan pemalsuan identitas almarhum RS Hadi Sopandi, dimana yang bersangkutan bukanlah A Supandi yang merupakan pemilik asal dari tanah yang dikuasi Pertamina (Persero).

“Selain itu ditemukan juga adanya perbuatan menyembunyikan identitas sebenarnya atas pemilik sah tanah dimaksud,” paparnya.

Dimana pembayaran ganti rugi tanah di Jl Pemuda itu patut diduga mengalir kepada pihak-pihak yang turut serta membantu ahli waris dari almarhum RS Hadi Sopandi dalam memenangkan gugatan perdata tanah milik PT Pertamina (Persero) di Jl Pemuda, Jakarta Timur.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, DR Reda Manthovani, telah memerintahkan tim penyelidik agar menaikan status penanganan kasus mafia tanah Milik Pertamina di Jl Pemuda, Jakarta Timur, dari status penyelidikan ke penyidikan.
(Tim)

Tim Penyidik Kejati Banten Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penggelapan Pajak

dutainfo.com-Jakarta: Terkait kasus penggelapan pajak kendaraan di Samsat Kelapa Dua Tangerang, penyidik Kejaksaan Tinggi Banten, telah menetapkan 4 orang tersangka.

“Bea Balik Nama, satu dimanipulasi menjadi Bea Balik Nama 2, yang tadinya adalah mobil baru diubah menjadi pajaknya mobil bekas,” ujar Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak, kepada awak media, Jumat (22/4/2022).

Masih kata Leonard, keempat tersangka yakni Zulfikar, Kasi Penagihan dan Penyetoran Ahmad Prio, PNS Samsat M Bagja Ilham, honorer dan Budiono selaku pembuat aplikasi untuk penggelapan pajak.

“Keempat tersangka ini sepakat bertemu dan melakukan inisiasi penggelapan pajak kendaraan di lingkungan Samsat,” ungkapnya.

Mereka bertemu pada April 2021 dan melakukan penggelapan pajak sejak Juni 2021, perintah manipulasi ini dilakukan tersangka Zulfikar selaku Kasi Penagihan UPTD Samsat Kelapa Dua, sambung Leonard.

Jadi modusnya melakukan bagaimana BBN 1 dimanipulasi menjadi BBN 2.

Peran tersangka M Bagja mengumpulkan berkas pengajuan wajib pajak, dia kemudian memilih mana yang nilainya besar kemudian di gelapkan setoranya, dimana proses tersebut dilakukan bersama tersangka Zulfikar.

Selanjutnya Zulfikar memerintahkan stafnya Ahmad kemudian, melakukan penetapan pajak yang diproses di Aplikasi hingga keluar ketetapan pajak, dari sanalah kemudian di setor ke Bank Banten lalu M Bagja memerintahkan Budiono memanipulasi di aplikasi.

“B ini tidak di Samsat tapi diluar karena ini mantan yang membuat aplikasi dia berikan passwordnya akhirnya tersangka B merubah penetapan yabg tadi umpama Rp 5 juta diturunkan menjadi mobil bekas,” kata Leonard.

Setelah keluar Ketetapan, tersangka Bagja kembali ke Bank Banten guna mengubah nilai pajak dan menarik uang itu diserahkan Ke Zulfikar.

“Dan tersangka MBI ke Bank lagi ditariklah uang dan kemudian disetorkan ke Z dan diserahkan ke tersangka AP untuk dikumpulkan,” tutupnya.
(Tim)