Kabiro Humas KPK: POM TNI AU dan KPK masih Tunggu BPK 

Foto: Gedung KPK (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter AW-101, Polisi Militer TNI AU dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih berkoordinasi dengan Badan   Pemeriksaan Keuangan (BPK).

” Hasilnya nanti akan digunakan untuk memproses tersangka dari TNI AU yang menyebabkan kerugian negara, dan perhitungan itu juga akan dimanfaatkan KPK untuk penanganan perkara dengan tersangka IKS,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada awak media Rabu (13/12/2017).

Masih kata Febri sedianya tanggal (12/12) pihak KPK akan memeriksa terhadap 6 saksi dari perwira TNI AU di Markas POM TNI Cilangkap, Jakarta Timur untuk tersangka Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh, akan tetapi keenam nya tidak hadir, namu n akan dijadwalkan ulang.

Koordinasi tim penyidik dengan kuasa hukum para saksi (Diskum TNI AU) telah menyampaikan bahwa surat panggilan yang di kirim KPK belum terdapat disposisi untuk para saksi guna hadir, dan akhirnya meminta pengunduran waktu hingga pekan depan pada Selasa (19/12), kata Febri.

Febri juga mengatakan pihak KPK dan POM TNI berkoordinasi sangat baik, bahkan pihak POM memfasilitasi kebutuhan guna pemeriksaan saksi dari militer.

Dalam perkara dugaan korupsi ini ada lima tersangka yang telah ditetapkan POM TNI, dua perwira TNI AU yakni Marsma TNI FA, dan letkol WW, sebagai pejabat pemegang kas, serta seorang Pelda S yang diduga menyalurkan dana-dana terkait dengan pengadaan kepada pihak-pihak tertentu, kemudian juga Kolonel Kal FTS, dan Marsda TNI SB (Asrena Kasau).

Sebelumnya KPK telah menetapkan Irfan sebagai tersangka pertama dari swasta, dia diduga meneken kontrak dengan pihak Augusta Westland, perusahaan joint venture West land Helicopter di Inggris dengan Agusta di Italia, nilainya Rp 514 miliar, akan tetapi dalam kontrak pengadaan helikopter dengan pihak TNI AU, nilai kontraknya Rp 738 miliar, terdapat kerugian negara sekitar Rp 224 miliar. (tim)

Kapolres Jakarta Barat: Satu orang pelaku narkoba terpaksa ditembak 

Foto: Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi (kiri), Kombes Argo Yuwono (tengah), dan Kompol Lambe Patabang Birana (kanan) saat Press Release

dutainfo.com-Jakarta: Dalam penggerebekan kasus narkoba di sebuah hotel di kawasan Grogol, Jakarta Barat, pihak polres Jakarta Barat, terpaksa menembak mati satu orang pelaku saat ditangkap berusaha merebut senjata api petugas.

“Ya dalam penggerebekan satu orang terpaksa ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas,” ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi (13/12/2017).

Saat anggota melakukan penggerebekan di hotel kawasan Grogol, Jakarta Barat, kami mengamankan Ariyanto, DS, ZA, dan FA di sebuah kamar hotel, tiga orang DS, FA dan ZA kedapatan sedang mengisap narkoba jenis sabu.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata masih ada satu temannya menginap dikamar lain, selanjutnya petugas menangkap ME beserta barang bukti 1 paket kecil sabu, jadi total kami amankan 5,1 kilogram sabu, ungkap Hengki.

Masih kata Hengki setelah dilakukan interogasi terhadap para pelaku bahwa sabu itu didapat dari Malaysia dan rencananya barang haram itu akan di kirim ke Palu, pengendalinya adalah AR. Sabu itu sebelumnya dibawa dari Palembang, Riau, dan Batam, ujarnya.

Petugas berhasil mengamankan AR di apartemen Cengkareng, Jakarta Barat. Dari hasil penggeledahan ditemukan 18 pil ekstasi yang ditemukan dalam dus HP.

Menurut keterangan pelaku AR barang haram itu didapat dari Mr BRO yang diduga sebagai pemasok narkoba lantas diedarkan oleh AR, kata Hengki.

Nah ketika ke 5 pelaku di minta menunjukan Mr BRO, pelaku AR mencoba melawan petugas dengan cara berusaha merebut senjata api anggota. 

Karena sudah membahayakan keselamatan anggota, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada AR terpaksa dilakukan penembakan, saat dibawa menuju Rumah Sakit pelaku AR meninggal, tegas Kombes Hengki. (Hdr/tim)

Terkait Pengeroyokan Polisi 7 orang sudah diamankan 

​Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat konfrensi pers

dutainfo.com-Jakarta: Pengeroyokan terhadap dua anggota polisi di Celupuk II, Jalan Raya Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi, sudah 7 orang diamankan Polres Bekasi.

“Ya dua orang menyerahkan diri 5 orang kita tangkap jadi sudah 7 orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada awak media (13/12/2017).

Setelah 7 orang diamankan masih ada satu orang lagi yang masih dalam pencarian terduga pengeroyokan dan pembacokan terhadap anggota polri yakni Iptu Panjang dan Bripka Slamet Aji, ungkap Argo.

masi kata Argo pelaku yang menyerahkan diri AMA dibujuk keluarganya untuk menyerahkan diri setelah beberapa hari bersembunyi di rumah saudaranya, peran AMA adalah pemukul korban dengan menggunakan pipa.

Namun masih kita dalami dulu apakah pipa besi atau paralon yang berisi semen, dan pihak kepolisian masih mencari satu terduga pengeroyok lagi.

Sementara kondisi kedua anggota polisi yg menjadi korban pengeroyokan sudah membaik nanti saya cek kembali di Rumah Sakit Polri, ujar Argo Yuwono.

Sebelumnya seperti diketahui kedua anggota polri itu menjadi korban pengeroyokan puluhan pemuda yang terlibat tawuran di Jalan Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, pada Minggu (3/12) dinihari.

Korban Iptu Panjang mengalami luka memar akibat pukulan benda tumpul dibagian bibir dan lutut.

Sementara Bripka Slamet Aji mengalami luka bacok disekitar tangan dan kaki. (Hdr/iyl)

Koramil 03/GP Bedah Markas 

Foto: Bedah Markas Koramil 03/GP bersama Rakyat TNI Kuat

dutainfo.com-Jakarta : Dalam rangka menyambut tahun baru 2018, Markas Komando Rayon Militer 03/Grogol Palmerah melaksanakan bedah Markas.

Bedah markas Koramil 03/GP meliputi renovasi toilet, Plang nama kesatuan, kolam ikan, tiang bendera, dan pengecatan.

Hal ini dilakukan agar markas Koramil 03/GP tampak lebih bagus serta indah di tahun 2018 nanti. Markas bagus dan rapi juga dapat menunjukan kepribadian serta cerminan dari Koramil itu sendiri, ujar Batuud Koramil 03/GP Pelda Edi Rustandi, melalui pesan tertulisnya Selasa (12/12/2017).

Kegiatan bedah markas ini dilakukan bersama para Babinsa dan anggota Mitra Jaya serta Wanra sebagai bentuk wujud kekompakan dari warga masyarakat setempat. 

Bersama dengan TNI dapat mewujudkan Persatuan dan Kesatuan bangsa demi terwujudnya Sishankamrata, bersama Rakyat TNI kuat, ungkap Danramil 03/GP Kapten Inf Jefriansen Sipayung. (Hdr)

Karopenmas Humas Polri Naik Pangkat Brigjen 

Foto: Istimewah

dutainfo.com-Jakarta: Sebanyak 16 Perwira Menengah (Pamen), dan Perwira Tinggi (Pati) Polri naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.

Diantara 16 Perwira Polri yang naik pangkat menjadi Pati adalah Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal.

Selanjutnya berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/946/XII/2017 tertanggal 11 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto, mewakili Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Selain Brigjen Pol Muhammad Iqbal terdapat sejumlah pejabat Polri yang juga ikut naik pangkat setingkat lebih tinggi yakni Irjen Pol Sistersins Mama doa, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Irjen Bambang Purwanto, Irjen Pol Dunan Ismail, Irjen Pol Rokhmad Sunanto, Irjen Pol Firman Shantyabudi, Brigjen Pol Andjar Dewanto, Brigjen Pol Wahab Saroni, Brigjen Pol Agus Kurniadi.

Selanjutnya Brigjen Pol Suherman, Brigjen Pol Bambang Hastobroto, Brigjen Pol Yudawan Roswinarso, Brigjen Pol Imam Margono, Brigjen Pol Indro Wiyono, dan Brigjen Pol Ignatius Sigit Widiatmono. (Hdr/tim)