Dua Rampok Bersenjata Satroni Minimarket di Jakarta Barat

Foto: ilustrasi

dutainfo.com-Jakarta: Sebuah minimarket di Jalan Palmerah, Jakarta Barat, disatroni dua perampok bersenjata api dan tajam, kedua pelaku menggasak uang dan handphone.

“Ya pelaku berjumlah dua orang, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, kedua pelaku menodongkan senjata api kepada dua pegawai bernama Aziz dan Khaerul,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, pada awak media (8/8/2018).

Masih kata Argo Yuwono, kedua pelaku langsung menodongan senjata api dan senjata tajam setelah itu korban Aziz dan Khaerul dibawa ke gudang dan dikunci dari luar.

Pelaku berhasil membawa uang tunai Rp 4.800.000, dua HP dan tablet, ungkap Argo.

Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan, tutup Argo Yuwono. (Tim)

Penyidik Pidsus Kejagung Tahan Tersangka Korupsi Rp 568 Miliar

Foto:Gedung Jampidsus Kejagung RI

dutainfo.com-Jakarta: Kejaksaan Agung RI melalui penyidik Pidana Khusus pada Jampidsus menahan mantan Manager Dan Investasi (MNA) pada Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Bayu Kristanto atas dugaan terkait kasus penyelewengan investasi Blok Basket Manta Gummy (BMG) Australia oleh Pertamina tahun 2012 dalam hal ini negara dirugikan Rp 568 miliar.

“Ya tersangka Bayu Kristianto ditahan penyidik untuk 20 hari kedepan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Adi Toegarisman, pada awak media (8/8/2018).

Penahanan ini dilakukan penyidik Kejaksaan Agung karena untuk memudahkan penyidikan dan dikhawatirkan melarikan diri serta menghilangkan barang bukti, kata Adi.

Masih kata Adi Toegarisman tersangka melakukan penyelewengan investasi pada Blok BMG Australia oleh Pertamina pada Tahun 2012 dan menyebabkan kerugian negara Rp 568 miliar, saat proses itu seharusnya ada hasil due diligence (uji tuntas) dulu. Namun proses ini tetap berjalan, selain itu harusnya dilakukan penelitian dahulu, malah dilanggar.

Perjanjian dengan ROC Oil atau Agreement for Sale and Purchase- BMG projects diteken pada 27 Mei 2009. Nilai transaksi mencapai US$31 juta, akibatnya Pertamina harus menanggung biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) dari Blok BMG sebesar US$26 juta via dana yang sudah dikeluarkan setara Rp 568 miliar.

Pertamina berharap Blok BMG bisa memproduksi minyak sebanyak 812 barrel perhari, ternyata Blok BMG hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pte Ltd rata-rata sebesar 252 barrel per hari.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak Kejaksaan Agung, ditemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengusulan investasi di Blok BMG, pengambilan keputusan ini investasi tanpa adanya feasibility study atau kajian kelayakan hingga tahap final due diligence.

Diduga Direksi mengambil keputusan tanpa persetujuan Dewan Komisaris. Nah akibatnya ada kerugian negara cq Pertamina sebesar US$31 juta dan US$26 juta setara dengan Rp 568 miliar, tutup Adi. (Hdr/tim)

Polres Jakbar Kembali Ungkap Pabrik Sabu Rumahan

Foto: Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH bersama tersangka (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pihak Polres Jakarta Barat nampaknya tidak main-main dengan peredaran narkoba di wilayahnya, sebagai bukti keseriusan dalam pemberantasan narkoba, Polres Jakarta Barat kembali ungkap pabrik sabu rumahan di Jalan Kateliya Elok II No 12 B, Cipondoh, Kota Tangerang.

“Ya benar terbongkarnya pabrik sabu rumahan ini berdasarkan informasi masyarakat yang resah terhadap aktifitas pelaku,” ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH, pada awak media, (8/8/2018).

Sementara Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengungkapkan pelaku yakni AW alias Phengcun sudah sejak 2017 lalu memproduksi barang haram ini, bahkan didalam rumahnya terdapat laboratorium yang digunakan untuk memproduksi sabu dengan metode fosforisasi.

Bahannya dimulai dari obat tablet dengan ekstraksi efidrin, selanjutnya efidrin tersebut diolah menjadi sabu, kata AKBP Erick.

Dari hasil pengungkapan di lokasi kami menemukan barang bukti berupa hasil sabu yang baru setengah jadi sebanyak 1 kilogram, selain itu sabu yang sudah jadi dan siap edar sebanyak 500 gram serta sejumlah bahan peracik lainya.

Masih ungkap Erick, dari jumlah prekusor yang tersedia di lokasi diperkirakan dapat memproduksi sabu sebanyak 10-15 kg dengan omzet miliaran rupiah.

Kepada petugas tersangka mengaku menjual sabu hasil racikannya Rp. 700.000 per gram, peredarannya sekitar Jakarta dan tangerang, jelasnya.

Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti diantaranya 16 box obat tablet dengan ekstraksi efidrin warna pink yang berisi 3200 butir, 1 bungkus plastik transparan berisi tablet warna putih dengan berat bruto 5000 butir.

5 wadah plastik masing-masing berisikan padatan warna putih diduga bahan utama pembuatan sabu dengan berat 1 kg, 13 box plastik soda api berat bruto 3796 gram, 2 botol kaca warna coklat masing-masing berisikan kristal warna unggul, 1 nampan kaca, 3 dirigen masing-masing berisi cairan warna kemerahan (HCL) sebanyak 20 liter, 2 dirigen berisi cairan bening (alkohol), 3 bungkus plastik klip berisi kristal putih dengan berat 5,25 gram, 1 tutup termos berisikan kristal sabu, 1 alat hisap, 2 buku tabungan bank BCA, 2 unit motor satria dan Honda beat, 1 unit mobil Honda CRV warna Abu-Abu.

Untuk bahan prekusor total yang diamankan Ephidrin 1 kg, soda api 500 gram, Yodium 1000 gram, Fosfor 1312 gram, HCL 50 liter, Toulen 40 liter, Acetone 10 liter, dan alkohol 5 liter, tutup AKBP Erick Frendriz. (Hdr/tim)

Dinsos DKI Gandeng Kemensos Bangun Pusat Data Informasi

Foto: Kadis Sosial DKI Jakarta Irmansyah (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Bangun Pusat Data Informasi Dinas Sosial DKI Gandeng Kementrian Sosial, hal ini dilakukan khususnya terkait data kemiskinan warga Jakarta.

Data kemiskinan itu akan menjadi data tunggal yang berguna sebagai acuan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah saat melakukan kunjungan ke Pusdatin Kemensos RI pada Selasa (7/8/2018).

“Ya kita beserta rombongan ini mau belajar karena ingin mendirikan Pusat Data Informasi dan Jaminan Sosial di DKI Jakarta,” ujar Irmansyah.

Masih kata Irmansyah dengan adanya Pusdatin di DKI Jakarta, akan ada satu data yang akan dipakai bersama oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Data itu juga bisa digunakan untuk setiap pengambilan keputusan.

Menanggapi hal tersebut diatas Kepala Bidang Diseminasi Data di Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial RI, Lucky Prokoso sangat menyambut baik kerjasama yang dilakukan Dinsos DKI. Karena melihat DKI dapat menjadi pilot projects dalam setiap program-program dari pusat.

“Mudah-mudahan kita bisa diskusi dan bertukar pikiran. Harapannya kerjasama ini dapat berlanjut dan menghasilkan point-point penting,” tutup Lucky. (Elw/Hdr)

Toleransi Waktu Diharapkan Pada Lelang Proyek di Pandeglang

Foto: Ilustrasi proyek

dutainfo.com-Jakarta: Proses lelang beberapa paket konstruksi yang diadakan oleh kelompok kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pandeglang, Banten, dirasakan masih belum sempurna. Terutama dalam jeda waktu pendaftaran dan pengumuman pemenang dirasakan sangatlah singkat.

Hal ini dikatakan Yati Karwati, dari Lembaga Studi Sosial Lingkungan dan Perkotaan yang berkantor di Kota Serang Provinsi Banten.

Menurut Yati, jadwal pembukaan dokumen tanggal 1-3 Agustus, namun sebelum berakhir sudah dinyatakan gagal lelang, tanpa terlebih dahulu memberitahukan adanya kekurangan dokumen atau lainnya para peserta yang harus dilengkapi, ungkapnya seperti dikutip www.beritabuana.co.

Masih kata Yati seharusnya pihak Pokja ULP dapat memberikan informasi yang mendasari gagal lelang, Sehingga para peserta yang kurang persyaratan bisa mengikuti kembali dengan cara melengkapi kekurangan dokumen sebelumnya.

Lelang itu sendiri masih kata Yati bagian dari proses peningkatan jalan di Kecamatan Panimbang, Saketi, dan Kecamatan Pagelaran, tutupnya. (***)