Dandim 0503/JB: Kontrol keamanan bersama semua elemen

Foto: Dandim 0503/JB Letkol Kav Valian Wicaksono Magdi S.Sos

dutainfo.com-Jakarta: Komandan Kodim 0503/Jakarta Barat Letkol Kav Valian Wicaksono Magdi, S.Sos. mengatakan Jakarta Barat bisa dikatakan pusatnya hiburan malam di DKI Jakarta, dan juga terdapat sentra ekonomi dikawasan Glodok, Tamansari.

Strategi utama dalam mengatasi dan mengontrol stabilitas keamanan, kondusifitas di lingkungan Jakarta Barat, yang terpenting adalah menjalin Koneksifitas dan Sinergitas antara Kodim dengan Komponen dan Elemen Masyarakat, baik Instansi terkait, perangkat, maupun Tokoh dan Warga Masyarakat itu sendiri, guna kecepatan dan ketepatan dalam meraih segala informasi, dan hal ini sudah terbina, sudah berjalan sehingga dikatan bahwa Jakarta Barat, merupakan salah satu Icon Sinergitas terbaik di DKI Jakarta.

Masih kata Abituren Akmil 1998 itu, dengan memperkuat jalinan konektifitas dan sinergitas tersebut, maka segala sistem yang sudah dibentuk sedemikian rupa akan berfungsi sesuai dengan perannya masing-masing, sehingga menjadi sesuatu kekuatan yang sangat ampuh guna menciptakan situasi keamanan dan kondusifitas di wilayah Jakarta Barat.

Masih kata Letkol Valian, kekuatan organisasi Kodim 0503/JB membawahi 7 Koramil dengan total kurang lebih 200 personel, dan dibantu organisasi masyarakat seperti Mitra Jaya di masing-masing tingkatan, seperti Kodim, Koramil dan tingkat Babinsa (Kelurahan), Babinsa sendiri dilengkapi body system sehingga diharapkan dapat dijadikan titik percepatan meraih informasi agar tidak terlambat dalam mengatasi permasalahan di wilayahnya atau dinamika yang memang harus segara diatasi.

“Kedepan Kodim 0503/JB akan mengoptimalkan tugas pembinaan teritorial, mewujudkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh, dengan menyiasati ruang juang dari aspek geografis, alat juang dari aspek demografi atau penduduk atau sumber daya manusianya, dan kondisi juang dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya,” ungkap Dandim Valian, di Makodim 0503/JB, Selasa (3/9/2019).

Namun demikian Letkol Kav Valian Wicaksono juga menambahkan, dalam hal ini tentu Kodim tidak bisa bekerja sendiri, kami juga membutuhkan bantuan dan sinergitas dari Kepolisian, Sleman masyarakat, instansi, serta peran serta media yang memang sangat penting saat ini sebagai penyambung informasi dari segala arah untuk publikasi kepada warga agar terkoneksi guna mewujudkan tujuan yang lebih baik, tutup mantan Dandim Nunukan Kalimantan Utara ini. (Hdr/tim)

Tersangka Kasus Suap Terhadap Mantan Kasi Intel Kejari Bengkulu Ditahan KPK

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik KPK, melakukan penahanan terhadap 3 orang tersangka dugaan suap mantan Kasi Intel Kejari Bengkulu Parlin Purba.

“Ya para tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan sejak 2 September – 22 September 2019,” ujar Humas KPK Febri Diansyah, pada awak media, Senin (2/9/2019).

Masih kata Febri, ketiga tersangka yang ditahan penyidik KPK adalah PPK Irigasi dan Rawa II pada Satker PJPA BWS Sumatera VII Bengkulu Apip Kusnadi, Kasatker PJSA BWS Sumatera VII Bengkulu Edi Junaidi, dan Kasatker PJSA BWS Sumatera VII Bengkulu M Fauzi.

“Ketiga tersangka ditahan ditempat yang berbeda,” ungkap Febri.

Tersangka M Fauzi ditahan di Rutan Pomdam Guntur Jakarta Selatan, Apip ditahan di Rutan Jakarta Timur, dan Edi Junaidi ditahan di Rutan Jakarta Selatan.
(Tim)

Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Orang Tersangka Pengibaran Bintang Kejora

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat mendampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy.

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan 8 orang tersangka pengibaran bendera bintang kejora di Jakarta.

“Ya ada delapan orang yang kita amankan dari tempat yang berbeda, ada yang di asrama, ada juga yang sedang berunjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono, Minggu (1/9/2019).

Masih kata Kombes Argo, kedelapan orang yang diamankan statusnya tersangka, dan diduga melakukan tindak pidana Pasal 106 dan 110 KUHP.

“Proses hukum terhadap 8 orang tersangka ini akan dilakukan dengan pendekatan lunak atau soft approach,” ungkap Argo.

Kita punya SOP sendiri, bagaiamana kita menangkap seseorang ada aturannya, semua sesuai prosedur, tutup Argo. (Tim)

Menkopolhukam 10 Senjata TNI Yang Dirampas Sudah Dikembalikan

Foto: (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Sepuluh pucuk senjata api milik TNI yang dirampas massa penyerang di Deiyai Papua sudah dikembalikan pada pihak TNI.

“Saat ini 10 pucuk senjata itu sudah dikembalikan, TNI melakukan dialog secara persuasif guna mendapatkan kembali senjata yang dirampas,” ujar Menkopolhukam Wiranto, pada awak media, di Jakarta, (30/8/2019).

Masih kata Wiranto, 10 pucuk senjata sudah dikembalikan dan memang sangat sudah sampai ke masyarakat, sudah sampai ke gunung, namun berkat cara persuasif TNI ada kesadaran mengembalikan senjata sebanyak 10 pucuk.

Wiranto, juga mengatakan dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat diduga ada penungangan pihak lain, dirinya meminta pihak itu agar segera menghentikan provokasi.

Diketahui sebelumnya dalam kerusuhan di Deiyai itu menyebabkan satu anggota TNI gugur, dua anggota TNI lainya luka-luka, dan seorang anggota Polri terkena panah. (Tim)

Polisi Ungkap Pembunuhan Wanita Di Kedoya Jakarta Barat

Foto: Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu, saat konfrens pers terkait pembunuhan.

dutainfo.com-Jakarta: Setelah dilakukan penyelidikan oleh Polsek Kebon Jeruk, ternyata pembunuhan di Kedoya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terhadap wanita SR (43) adalah suaminya sendiri, pada Rabu (28/8/2019).

“Kami sudah tetapkan tersangka suaminya sendiri SO (31),” ujar Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu, pada awak media, Jumat (30/8/2019).

Masih kata AKP Erick, ada bebrapa motif yang melatar belakangi tersangka tega membunuh istrinya sendiri, selain itu menurut keterangan saksi keduanya juga sering bertengkar.

“Motifnya ada beberapa. Salah satunya suaminya yang begitu posesif kesal istrinya memblokir suami dari Facebook dan suami kesal lantaran Facebook korban mengganti statusnya sebagai seorang janda,” ungkap Erick.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandi, Sik mengatakan tersangka diamankan pada pukul 5.30 WIB, kami amankan saat pelaku sedang mencuci pakean dimana pelaku sempat menghilangkan barang bukti dengan mencuci baju pelaku yang berlumuran darah korban.

Sebelum melakukan pembunuhan pelaku sempat menengak minuman keras, kata Irwandi.

Korban SR ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan beberapa luka tusuk di ketiak, perut, tangan, dan kaki, disebuah rumah Jalan Pilar Lapangan Bola Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Rabu (28/8/2019) kemarin.(Chand/Hdr)