Polres Jakarta Utara Grebeg Pabrik HP Ilegal

Foto: Pabrik HP Ilegal di Penjaringan, Jakarta Utara (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Beroperasi selama 2 tahun, pabrik HP ilegal di Komplek Ruko Penjaringan, Jakarta Utara, digrebeg Polres Jakarta Utara, Senin (2/12/2019).

“Ya benar pengungkapan ini berawal dari informasi aktivitas bongkar muat HP yang cukup aktif ditempat itu,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, pada awak media, Senin (2/12).

Masih kata Kombes Budi, setelah dilakukan penyelidikan, petugas kami menemukan tiga ruko yang dimiliki NG dijadikan pabrik HP ilegal.

Selanjutnya kami mengecek perizinannya, namun izin usahanya perdagangan aksesoris, lantas kami amankan NG di Pontianak Kalimantan Barat.

“Tersangka NG mengimpor suku cadang HP dari China untuk selanjutnya dirakit menjadi HP dan dipasarkan di Indonesia tanpa izin,” ungkap Budhi.

Namun tak hanya suku cadang, tersangka NG juga mengimpor HP siap pakai dari China guna dijual kembali, dalam satu hari bisa memproduksi 200 HP yang dijual dengan harga antara Rp 500 ribu hingga 1 juta per HP.

Tersangka NG juga memperkerjakan 29 karyawan, tiga diantaranya adalah pekerja dibawah umur.

Selain tersangka NG, polisi juga berhasil menyita 76 merk HP, sebanyak 18.000 unit HP sudah siap dijual. (Tim)

Polres Jakarta Barat Gelar Apel Siaga Hadapi Reuni 212

Foto: Kabag Ops Polres Jakarta Barat AKBP Wuryantono saat memimpin apel

dutainfo.com-Jakarta: Guna antisipasi Polres Jakarta Barat, menggelar apel siaga terkait aksi Reuni 212.

Kapolres Jakarta Barat melalui Kabag Ops AKBP Wuryantono mengatakan meski lokasi aksi damai alumni 212 dilaksanakan di wilayah Jakarta Pusat, namun patut diwaspadai potensi terjadinya gangguan Kamtibmas diwilayah Jakarta Barat.

AKBP Wuryantono meminta kepada para Perwira, Kabag, Kasat ikut melakukan pengawasan terhadap kesiapan anggota agar selama diberlakukan siaga satu, tidak meninggalkan wilayah hukum Polres Jakarta Barat.

“Semua anggota agar melakukan deteksi dan atisipasi dini terhadap segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas yang berada di wilayah hukum Jakarta Barat, karena tidak menutup kemungkinan dalam aksi damai tersebut dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk melakukan aksi yang tidak diinginkan,” ungkap Wuryantono, Senin (2/12/2019).

Dirinya juga menegaskan untuk rekan-rekan yang tidak melaksanakan tugas agar Propam lakukan pengecekan, dan apabila ada yang datang apelkan kembali nanti malam.

“Berdasarkan informasi untuk wilayah Jakarta Barat massa tidak banyak namun, kita jangan Under Estimate dan Pam ini sifatnya Pam Mako suatu saat ada pelaksanaan apel dadakan harus ada di Mapolres, tutupnya. (Elw/Hdr)

Terkait Pengamanan Reuni 212 Polisi Tak Bersenpi

Foto: Personel Polri-TNI dalam pengamanan Reuni 212 di Monas Jakpus

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya bersama TNI gelar apel pengamanan Reuni 212 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (1/12/2019).

Rencana giat reuni 212 sendiri akan dilaksanakan Senin 2 Desember 2019, di Monas, Jakarta Pusat.

“Ya teman-teman harus paham bahwa ini kegiatan keagamaan, kegiatan kemasyarakatan tidak boleh ada yang menggunakan senjata tajam, senjata api semuanya harus dilakukan dengan humanis,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat saat memimpin apel, Minggu (1/2).

Dalam kegiatan pengamanan ini Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya bersama unsur lainya menerjunkan 993 personel gabungan.

Selain untuk pengamanan, Wakapolda juga mengatakan bahwa personel TNI-Polri juga akan membantu peserta aksi agar tidak tersesat.

Brigjen Pol Wahyu juga mengingatkan pada anggota TNI-Polri agar tetap menjaga kondisi fisik, sebab kegiatan Reuni 212 ini akan digelar pada pukul 02.00 WIB dinihari hingga pukul 08.00 WIB.
(Tim)

Pangdam Jaya Dan Kapolda Gelar Olahraga Bareng

Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono. (Ist)

dutainfo.com-Jakarta: Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono beserta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar olahraga bareng bertempat di Lapangan Dirlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Selain menggelar olahraga bersama, panitia juga mengadakan fun bike yang juga diikuti Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya dan Gubernur DKI Jakarta.

Route fun bike start dari Makodam Jaya Cawang Jakarta Timur, hingga Semanggi, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan pada awak media, kegiatan tersebut juga diikuti para Prajurit TNI dan Polri serta ASN Pemda DKI Jakarta.

Dan saya selaku Kapolda Metro Jaya sekaligus memantau situasi arus lalulintas saat bersepeda.

Sementara Gubernur DKI Anies Baswedan menambahkan kegiatan fun bike ini dilakukan sambil mencoba jalur bersepeda.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono menjelaskan kegiatan fun bike dimulai dari Makodam Jaya yang juga diikuti para anggota TNI dan Polri.

Pangdam juga berharap dengan melakukan kegiatan olahraga bareng ini tentu juga dapat meningkatkan kesolidtan antara TNI-Polri, dan tentu dapat membuat kebugaran tubuh.
(Tim)

WN China Ditahan Polres Jakbar Terkait Aksi Premanisme Di Jelambar

Foto: Polres Jakarta Barat berhasil mengamankan 11 pelaku premanisme di Jelambar

dutainfo.com-Jakarta: Polres Jakarta Barat mengamankan 11 orang preman bersenjata api yang meresahkan warga Jelambar, Tanjung Duren Jakarta Barat, satu diantaranya adalah Warga Negara China berinisial AP (59).

“Ya untuk pelaku AP adalah Warga Negara China dan kami sedang melakukan koordinasi dengan Kedubes China guna penanganan yang bersangkutan, ujar Kanit Krimum Polres Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra pada awak media, Kamis (28/11/2019).

Masih kata Iptu Dimitri Saat ini AP sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan dilakukan penahanan di Mapolres Jakarta Barat, bersama 10 orang lainnya.

Kasus bermula dari hutang piutang antara AP dan tersangka AR. Saat tersangka AR menagih hutang kepada AP membebankan utangnya pada korban berinisial AK.

“Jadi AP ini punya hutang ke AR sebesar Rp 1,4 miliar karena tidak bisa bayar dan pengakuannya bahwa korban AK punya hutang Rp 13 miliar kepada AP, sehingga diajaklah AR ini untuk menemui AK di Jelambar,” ungkap Dimitri.

Selanjutnya korban AK diintimidasi dan dipaksa melunasi utang-utangnya kepada AP.

Kejadian itu terjadi pada Rabu (27/11/2019) dan Polres Jakarta Barat mendapat laporan mengenai adanya tindakan aksi premanisme di TKP, selanjutnya Unit Jatanras dan Resmob meluncur ke TKP dan berhasil menangkap 11 orang,” kata Kanit Resmob Polres Jakarta Barat AKP Hasiholan.

Saat penangkapan petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu pucuk pistol Bareta tanpa peluru, senjata tajam, dan beberapa tongkat.

Sementara Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Sik MH, mengatakan pihaknya tak akan mentolerir aksi premanisme apapun termasuk berkedok debt Collector.

“Kami akan menindak tegas para pelaku premanisme,” tegas Hengki.
(Tim)