Pemalak Sopir Di Tambora Ditangkap Polisi

Foto: Pemalak sopir angkutan di Tambora Jakbar saat diamankan Polsek Tambora

dutainfo.com-Jakarta: Sempat viral video aksi pemalakan yang dilakukan oleh beberapa orang pemuda berinisial AC (18), terhadap korbannya yang terjadi di Pasar buah Angke Tambora Jakarta Barat pada beberapa hari yang lalu, akhirnya Polsek Tambora berhasil menangkap pelakunya.

“Ya kasus tersebut sempat viral video yang merugikan beberapa sopir angkutan yang melintas jalan tersebut kami jajaran Polsek Tambora tidak tinggal diam dan sudah mengamankan pelakunya,” ujar Kapolsek Tambora Iver Son Manosoh SH, pada awak media, Sabtu (19/10/2019)

Masih kata Kompol Iver Son, umumnya mereka melakukan aksinya kepada sopir buah atau sayuran yang melintas di sekitar jalan itu.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Supriyatin menambahkan aksi para pelaku umumnya sangat merugikan para sopir cenderung mereka meminta uang secara paksa jika sopir memberikan uang Rp 2000, mereka menolak dan meminta uang lebih besar.

Hingga saat ini pelaku masih kita amankan di Mapolsek Tambora guna proses hukum lanjutan, katanya.
(Chand/elw)

Terkait Pengeroyokan Eks Ketua RW Jelambar Baru Polisi Masih Butuhkan Saksi

Foto: Luka pada tangan korban Benny Ong

dutainfo.com-Jakarta: Aksi premanisme kembali terjadi di wilayah Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hal ini dialami Benny Ong warga Jelambar Utara Raya yang juga eks Ketua RW.

Benny mengungkapkan awal kejadian dirinya dikeroyok, saat ia sedang asyik nongkrong bersama rekan-rekanya di kedai kopi Jelambar Baru, pada Rabu 18 September 2019, Tiba-tiba datang dua orang pelaku berinisial TW dan GJ pelaku kemudian bicara dengan korban bahwa akan melakukan pemukulan terhadap dirinya.

Dirinya mengungkapkan sebelum terjadi pemukulan, sekitar dua minggu sebelum pengeroyokan GJ tiba-tiba bicara sama saya dia bilang kamu gak tahu malu, Kemudian saya bilang ke dia saya catat omongan kamu,” ujar Benny, Rabu (16/10/2019).

Selang beberapa hari saya tanyakan lagi maksud omongan dia saat bertemu dengannya sambung Benny, kamu masih ingat enggak yang waktu itu kamu bilang kalau saya gak tahu malu, lantas dia bilang ingat, saya berpikir berarti GJ dalam keadaan sadar waktu itu, dan saya bilang gak tahu malu memangnya saya punya hutang sama nenek moyangmu.

“Setelah itu GJ dan TW datang menghampiri saya pada saat saya tengah ngobrol dengan teman-teman saya, kemudian TW bilang bahwa GJ akan memukul kamu, saya bilang silahkan saja sebab saya merasa tidak ada salah.

Disaat itu pula GJ mendorong saya dan mengambil kursi melempar ke arah saya, mengenai wajah saya, saat itu pula ketika saya hendak berdiri dipegangi oleh seseorang hingga melukai tangan saya mengeluarkan darah,” ungkap Benny.

Lantas setelah kejadian saya berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Polsek Tanjung Duren guna membuat laporan dan Visum dengan nomor laporan : LP/572/IX/2019/PMJ/Restro Jakbar/Sektro TG Duren.

Namun Benny mempertanyakan hingga kini pelaku belum juga diperiksa.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan ke Mapolsek Tanjung Duren pada Kamis (17/10/2019), penyidik mengatakan memang benar kami masih butuh dua saksi guna proses sidik, setelah saksi dapat dihadirkan pasti langsung kami proses. (Tim)

Kapolsek Cengkareng Dan Danramil 04/Ckr Besuk Tokoh Agama

Foto: Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri SH MH dan Danramil 04/Ckr Kapten Inf Sudarsono saat membesuk KH Abdul Mubin

dutainfo.com-Jakarta: Disela-sela kesibukannya melaksanakan pengamanan persiapan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri SH MH, dan Danramil 04/Ckr Kapten Inf Sudarsono serta para personel tetap meluangkan waktu untuk membesuk salah satu tokoh agama KH Abdul Mubin guru Pondok Pesantren Al Itqon, di Rumah Sakit Hermina, Kalideres Jakarta Barat, Jumat (18/10/2019).

“Niat kita adalah silahturahmi dan semoga KH Abdul Mubin yang sedang sakit diberikan ketabahan dan kesembuhan,” ujar Kompol H Khoiri.

Dalam kesempatan itu Kapolsek juga menitipkan diri dan mohon bantuan dalam memerangi faham radikalisme.

“Dengan bantuan para Kyai melalui pondok pesantren kami yakin faham radikalisme tidak akan berkembang,” ucapnya.

Dan tak lupa Kapolsek juga menyampaikan tentang persekusi maupun ancaman hukuman bagi pelakunya.

“Mari kita bersama menjaga keamanan dan kenyamanan Cengkareng Jakarta Barat, apabila menjumpai postingan yang sekiranya bersifat Sara ataupun Fitnah silahkan laporkan ke Polisi dan jangan sampai melakukan persekusi,” ungkapnya.

Sementara Danramil 04/Ckr Kapten Inf Sudarsono mendoakan bagi kesembuhan KH Abdul Mubin.

“Mari kita doakan kesembuhan dan kesehatan KH Abdul Mubin,” kata Kapten Inf Sudarsono.

Selain membesuk dan berdoa untuk kesehatan KH Abdul Mubin, tentu ini bentuk silahturahmi dan mempererat hubungan yang baik.
(Chand/Hdr)

Lagi Tim Intelijen Kejagung Tangkap Buron Kasus Korupsi

Foto: Jamintel Kejagung Jan S Maringka saat di KPK (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Tim Intelijen Kejaksaan Agung, kembali tangkap buronan kelas kakap Soedirjo Aliman alias Jeng Tang, setelah dua 2 tahun dinyatakan buron, buronan Jeng Tang ditangkap di Senayan, Jakarta, pada Kamis 17 Oktobers 2019, pukul 00.15 WIB.

“Ya benar ditangkap di Senayan, Jakarta,” ujar Jamintel Kejagung, Jan S Maringka, pada awak media, Kamis (17/10).

Masih kata Jan Maringka, saat ini buronan Jeng Tang sementara dititipkan di Kejari Jakarta Selatan.

Buronan Jeng Tang ditangkap terkait kasus korupsi sewa lahan di Makasar, Sulawesi Selatan.

“Dalam perbuatan Jeng Tang telah menyebabkan terhambatnya pembangunan Pelabuhan Makassar New Port, yang termasuk dalam proyek strategis nasional,” ungkap Jan Maringka.
(Tim)

Polres Jakarta Barat Bersama TNI Gelar Doa Bersama

dutainfo.com-Jakarta: Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019 sekaligus meningkatkan soliditas mengawal NKRI, Polres Jakarta Barat bersama TNI melaksanakan doa bersama, pada Rabu (16/10/2019) malam.

Kegiatan tersebut diawali pembacaan Surat Yasin serta doa yang dipimpin Ustad Sulaiman.

Dalam sambutannya Kasat Intelkam Polres Jakarta Barat AKBP Yuniar Sik, mengatakan TNI dan Polri bersatu kita hebat, TNI-Polri bersama kita kuat.

Sementara Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi Sik MH, menambahkan bahwa tema hari ini adalah tema doa bersama.

Masih kata Hengki saya sering memberikan Quote kepada teman-teman tentang orang tidak percaya kalau ada pahlawan, jika dia tidak mengetahui bapak saya karena bapak saya adalah tentara.

“TNI adalah benteng terakhir dari NKRI. Karena benteng terakhir akan dirusak oleh pihak ke 3. TNI dan Polri hanya beda seragam saja akan tetapi tugas TNI-Polri sama- sama menjaga NKRI, menjagamu ideologi NKRI,” ugkapnya.

Melalui doa bersama ini, lanjut Hengki TNI-Polri menunjukan sinergitas kolaborasi untuk menjaga keamanan negara, optimistis pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih nanti berjalan lancar.

“TNI-Polri rukun dan damai mari kita tunjukan soliditas kita. Mari kita tunjukan persamaan kita. Tidak ada tugas seberat apapun yang tidak bisa kita selesaikan secara bersama. TNI-Polri akan mengahadapi siapapun yang menggangu pelantikan Presiden pada tanggal 20 oktber mendatang,” tegas Hengki.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Sik, MH, para Perwira jajaran Polres Jakarta Barat, Anggota TNI, Brimob, dan Ibu Bhayangkari.
(Elw/Hdr)