Polda Metro Jaya Terima Surat Pemberitahuan Unjuk Rasa

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono

dutainfo.com-Jakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), mengirimkan surat pemberitahuan terkait aksi unjuk rasa ke Polda Metro Jaya, pada Senin (21/10/2019).

“Ya terkait aksi unjuk rasa itu, Polda Metro Jaya menyiapkan 1.500 personel gabungan guna mengawal aksi unjuk rasa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono.

Masih kata Kombes Argo Yuwono, pihaknya akan menerjunkan 1.500 personel gabungan TNI-Polri.
(Tim)

Dandim 0503/JB Monitoring Personel BKO

Foto: Dandim 0503/JB Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi dan Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi Saat pengamanan wilayah

dutainfo.com-Jakarta: Dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019, Komandan Kodim 0503/JB Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi S.Sos monitoring kesiapan Pasukan gabungan BKO diwilayah Slipi dan sekitarnya, Minggu (20/10/2019).

Pantauan dutainfo.com dilapangan, Dandim 0503/JB Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi S.Sos langsung turun memantau situasi keamanan wilayah dan minitoring pasukan gabungan BKO, bersama Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi Sik, MH, dibawah Flyover Slipi, Jakarta Barat.

Hal tersebut dilakukan Dandim bersama perwira Kodim 0503/JB guna memastikan situasi yang aman dan kondusif disekitar gedung DPR/MPR RI terkait pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Sementara Pasi OPS Kodim 0503/JB Kapten Inf Arja S mengatakan seluruh jajaran Kodim 0503/JB dan pasukan BKO hingga kini masih tetap siaga dan berjaga disejumlah titik.

“Semoga semua berjalan lancar, aman dan kondusif,” ujar Kapten Inf Arja.
Kami selaku prajurit TNI, khususnya Kodim 0503/JB yang sudah jauh hari mempersiapkan diri untuk mengamankan pelantikan tersebut, ungkapnya.

Ditempat yang sama terdengar perintah Dandim 0503/JB Kolonel Kav Valian pada personel TNI agar selalu meningkatkan kewaspadaan, perhatikan perlintasan dan perbatasan antara Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Hingga kini situasi dan kondisi masih kondusif, aman serta lancar.
(Hdr)

Polsek Tanjung Duren Amankan Tiga Pelaku Ranmor

Foto: Para pelaku ranmor saat diamankan Polsek Tanjung Duren Jakbar

dutainfo.com-Jakarta: Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian motor berinisial SS (30), DP (24), dan RF (21).

“Ya benar telah kita amankan tiga pelaku pencurian motor,” ujar Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana Sik, Minggu (20/10/2019).

Masih kata Kompol Lambe, penangkapan ini bermula dari laporan korban yang kehilangan motor Yamaha Mio di rumahnya Jalan Jelambar Selatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Berdasarkan laporan tersebut kami langsung mengusut dengan melihat rekaman CCTV dan mengetahui keberadaan pelaku.

“Berdasarkan olah TKP dan rekaman CCTV kami berhasil menangkap tiga pelaku ditempat berbeda,” ungkap Lambe.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Mubarok menambahkan kejadian bermula pada hari Jumat 18 Oktober 2019 sekitar pukul 19.30 Wib, pelapor memarkirkan sepeda motornya dengan dikunci stang kemudian ditingal masuk kedalam rumah kurang lebih 1 jam.

Nah pada waktu pelapor keluar rumah melihat sepeda motornya sudah hilang, selanjutnya datang polisi dari unit Reskrim melakukan olah TKP dengan CCTV mendapatkan plat nomer motor pelaku yang dipakai untuk kejahatan, kata Mubarok.

Selanjutnya anggota berhasil mengamankan tiga pelaku dan menyita motor korban, serta mata kunci leter T.

Hingga kini ketiga pelaku dan barang bukti masih berada di Mapolsek Tanjung Duren guna proses hukum lanjutan.
(Hdr/Chand)

Pemalak Sopir Di Tambora Ditangkap Polisi

Foto: Pemalak sopir angkutan di Tambora Jakbar saat diamankan Polsek Tambora

dutainfo.com-Jakarta: Sempat viral video aksi pemalakan yang dilakukan oleh beberapa orang pemuda berinisial AC (18), terhadap korbannya yang terjadi di Pasar buah Angke Tambora Jakarta Barat pada beberapa hari yang lalu, akhirnya Polsek Tambora berhasil menangkap pelakunya.

“Ya kasus tersebut sempat viral video yang merugikan beberapa sopir angkutan yang melintas jalan tersebut kami jajaran Polsek Tambora tidak tinggal diam dan sudah mengamankan pelakunya,” ujar Kapolsek Tambora Iver Son Manosoh SH, pada awak media, Sabtu (19/10/2019)

Masih kata Kompol Iver Son, umumnya mereka melakukan aksinya kepada sopir buah atau sayuran yang melintas di sekitar jalan itu.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Supriyatin menambahkan aksi para pelaku umumnya sangat merugikan para sopir cenderung mereka meminta uang secara paksa jika sopir memberikan uang Rp 2000, mereka menolak dan meminta uang lebih besar.

Hingga saat ini pelaku masih kita amankan di Mapolsek Tambora guna proses hukum lanjutan, katanya.
(Chand/elw)

Terkait Pengeroyokan Eks Ketua RW Jelambar Baru Polisi Masih Butuhkan Saksi

Foto: Luka pada tangan korban Benny Ong

dutainfo.com-Jakarta: Aksi premanisme kembali terjadi di wilayah Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hal ini dialami Benny Ong warga Jelambar Utara Raya yang juga eks Ketua RW.

Benny mengungkapkan awal kejadian dirinya dikeroyok, saat ia sedang asyik nongkrong bersama rekan-rekanya di kedai kopi Jelambar Baru, pada Rabu 18 September 2019, Tiba-tiba datang dua orang pelaku berinisial TW dan GJ pelaku kemudian bicara dengan korban bahwa akan melakukan pemukulan terhadap dirinya.

Dirinya mengungkapkan sebelum terjadi pemukulan, sekitar dua minggu sebelum pengeroyokan GJ tiba-tiba bicara sama saya dia bilang kamu gak tahu malu, Kemudian saya bilang ke dia saya catat omongan kamu,” ujar Benny, Rabu (16/10/2019).

Selang beberapa hari saya tanyakan lagi maksud omongan dia saat bertemu dengannya sambung Benny, kamu masih ingat enggak yang waktu itu kamu bilang kalau saya gak tahu malu, lantas dia bilang ingat, saya berpikir berarti GJ dalam keadaan sadar waktu itu, dan saya bilang gak tahu malu memangnya saya punya hutang sama nenek moyangmu.

“Setelah itu GJ dan TW datang menghampiri saya pada saat saya tengah ngobrol dengan teman-teman saya, kemudian TW bilang bahwa GJ akan memukul kamu, saya bilang silahkan saja sebab saya merasa tidak ada salah.

Disaat itu pula GJ mendorong saya dan mengambil kursi melempar ke arah saya, mengenai wajah saya, saat itu pula ketika saya hendak berdiri dipegangi oleh seseorang hingga melukai tangan saya mengeluarkan darah,” ungkap Benny.

Lantas setelah kejadian saya berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Polsek Tanjung Duren guna membuat laporan dan Visum dengan nomor laporan : LP/572/IX/2019/PMJ/Restro Jakbar/Sektro TG Duren.

Namun Benny mempertanyakan hingga kini pelaku belum juga diperiksa.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan ke Mapolsek Tanjung Duren pada Kamis (17/10/2019), penyidik mengatakan memang benar kami masih butuh dua saksi guna proses sidik, setelah saksi dapat dihadirkan pasti langsung kami proses. (Tim)