20 Ribu Pil Ekstasi Asal Jerman Diamankan Polda Metro Jaya 

Foto: Pil Happy five (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Polda Metro Jaya melalui Direktorat Narkoba berhasil mengamankan 20 ribu pil ekstasi dan 10 kilo gram sabu-sabu asal Jerman.

“Ya narkotika jaringan Jerman ini dikirim menggunakan jasa pengiriman udara dengan modus memasukkan sabu ke kardus susu bayi,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan, pada awak media saat di Mapolda Metro Jaya (27/12).

Masih kata Suwondo pengungkapan narkoba ini adalah operasi menjelang pergantian tahun, barang haram pil ekstasi dan sabu ini rencananya untuk acara Malam Tahun Baru, paparnya.

Jaringan narkotika asal Jerman ini diungkap petugas setelah mendapat informasi akan ada pengiriman narkoba dari Jerman ke Indonesia via jalur udara, mendapat informasi Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan terdapat tiga lokasi yang diamankan yakni di apartemen di Penjaringan, Kantor Pos Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan yang ketiga dilokasi laundry dikawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Kamis (21/12/2017).

Penyidik telah menetapkan enam tersangka dan telah mengamankan barang bukti 5,822 Kg sabu dan pil jenis happy five, serta terdapat sabu seberat 4,84 Kg dengan satu tersangka.

Sejumlah ekstasi dan sabu dari Jerman ini dikendalikan seorang napi di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, terang Suwondo. (Hdr/tim)

Perintah Kapolda Pada Jajaran Lakukan Patroli 

Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis memberikan perintah pada jajarannya agar menindak tegas geng motor yang sudah mengganggu masyarakat.

“Ya tindak tegas tidak hanya geng motor, semua tindakan yang melanggar hukum juga harus ditindak,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis pada awak media (27/12).

Dalam rangka pengamanan Tahun Baru 2018, Idham mengaku telah menurunkan 10.000 personel gabungan TNI-Polri, yang akan menjaga disejumlah titik keramaian seperti Monas, Ancol dan Taman Mini guna mengantisipasi masalah teror, begal atau geng motor semua kita antisipasi, tegasnya.

Kapolda juga menghimbau agar masyarakat turut serta menciptakan keamanan dan kenyamanan dengan tidak melakukan perayaan Tahun Baru dengan berlebihan dan melanggar hukum.

Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta agar situasi selalu aman dan terkendali saat merayakan Natal dan Tahun Baru, kata Idham.

Idham Azis juga memerintahkan kepada seluruh jajarannya agar melakukan kegiatan patroli baik skala besar dan kecil.

Skala besar dilakukan Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya, sedangkan skala kecil dilaksanakan Kodim dan Polres.

Patroli bersama ini tidak hanya saat libur Natal dan Tahun Baru saja, akan tetapi kita lakukan sesudah Tahun Baru 2018, jelas Kapolda Metro Jaya. (Hdr)

Polda Metro Jaya: Akan gelar razia narkoba 

Foto: Polda Metro Jaya 

dutainfo.com-Jakarta: Jelang tahun baru 2018, aparat kepolisian akan melakukan razia narkoba yang diangap rawan peredaran narkoba.

“Ya jadi kami sampaikan jangan coba-coba akhir tahun ini digunakan untuk berpesta narkoba, akan kita tangkap,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono, pada awak media di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/12/2017).

Menurut Argo instruksi ini diperintahkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis kepada seluruh jajarannya.

Semua lokasi yang dinyatakan rawan narkoba akan dirazia termasuk tempat hiburan malam.

Tak hanya diskotik, tempat hiburan yang terindikasi narkoba juga akan dicek dan kita lakukan penyelidikan, tegas Argo (Hdr/tim)

Dirdik Jampidsus: Soal Edwar penyidik fokus pidana korupsi 

Foto: Dirdik Jampidsus Kejagung RI Warih Sadono

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik pada Jampidsus Kejaksaan Agung, masih mendalami tindak pidana korupsi pada Direktur Ortus Holding Ltd Edward Soeryadjaya, belum menjerat dengan Pasal Korporasi dan tindak pidana pencucian uang.

Tersangka Edward Soeryadjaya yang telah dijadikan tersangka oleh pihak penyidik dari Jampidsus Kejagung pada 27 Oktober, melalui Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), No: Print-93/F.2/Fd. 1/10/2017.I terkait kasus pengelolaan Dana Pensiun Pertamina senilai Rp 1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk.

Sementara Direktur Penyidikan Pada Jampidsus Kejagung Warih Sadono mengatakan pihak penyidik masih fokus pada tindak pidana korupsi dengan tersangka Edward.

Akan tetapi pihak penyidik akan tetap membuka opsi untuk menjerat tersangka dengan Pasal lainnya semua butuh pendalaman jadi bersabarlah, tim akan bekerja secara profesional, kan semua harus berdasarkan fakta hukum, ungkap Warih pada awak media Selasa (26/12).(Hdr/tim)

Soal Geng Motor Polisi Minta Masyarakat Ikut bantu Pencegahan 

Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

dutainfo.com-Jakarta: Dalam hal penanganan geng motor semua pihak harus turun tangan dalam hal penanganannya, termasuk pemerintah dan elemen masyarakat, seperti kasus geng motor yang melakukan penjarahan di Depok.

“Ya kami meminta pemerintah juga turun tangan, pencegahan bisa dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono pada awak media (26/12/2017).

Tindakan kriminalitas tidak hanya resiko yang diberikan kepada pihak kepolisian saja yang menanganinya, akan tetapi semua secara terpadu. Pemerintah juga harus sama bagaimana pencegahannya, jadi tak hanya polisi saja, kata Argo.

Dalam hal geng motor pihak kepolisian, pemerintah dan elemen masyarakat setempat harus dan perlu duduk bersama mencari akar masalahnya, apalagi banyak pelaku yang masih dibawah umur.

” Nah disini perlu kita kasih pembelajaran supaya tidak berbuat lagi seperti itu. Jadi harus banyak pihak yang harus dilibatkan guna penanggulangan,” ungkap Argo.

Kombes Pol Argo Yuwono juga menilai aksi penjarahan oleh geng motor di Depok itu bukan saja ajang aktualisasi diri, namun lebih dari itu, mungkin ada permasalahan keluarga hingga mendorong anak nekat melakukan kriminalitas.

Permasalahan keluarga ya kenapa terdapat anak perempuan ikut terlibat disana? Bagaimana peran orangtuanya? sangat perlu ada kesinambungan bersama untuk menyelesaikannya, tutur Argo.

Kita juga berharap perlu ada intervensi lingkungan setempat untuk dapat mencegah anak-anak terlibat tindak kriminal dan kejahatan. Argo menilai anak bisa diarahkan ke kegiatan yang positif seperti kesenian dan keterampilan.(Hdr/tim)