Sah Penyidik KPK Tahan Rafael Alun Tersangka Dugaan Gratifikasi

Foto: (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo, resmi ditahan penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Rafael Alun Trisambodo, merupakan tersangka dugaan gratifikasi.

Tampak di Gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Senin 3 April 2023, Rafael Alun Trisambodo tengah mengenakan rompi tahanan berwarna orange, dan dijaga ketat sejumlah petugas KPK menuju ruang konferensi pers.

“Jadi ini ada peristiwa pidana korupsinya telah kami temukan terkait dengan dugaan korupsi penerimaan sesuatu oleh pemeriksa pajak pada DJP Kemenkeu tahun 2021 hingga 2023,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, kepada awak media, Kamis (30/3).

Nilai uang gratifikasi Rafael Alun, mencapai puluhan miliar.

Selain mata uang asing senilai puluhan miliar, turut disita oleh penyidik KPK yakni sejumlah tas mewah.

Nama Rafael Alun Trisambodo, mencuat usai anaknya Mario Dandy Satriyo (20), ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi lantaran menganiaya korban David Ozora.
(Tim)

Kapolda Metro Jaya Resmi Dijabat Irjen Pol Karyoto

dutainfo.com-Jakarta: Kepala Polisi Daerah Metro Jaya berganti, kini Irjen Pol Karyoto resmi menjadi orang nomor 1 di Polda Metro Jaya, mengantikan Irjen Pol Fadil Imran yang menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam Polri).

“Saya telah resmi menjadi Kapolda Metro Jaya, tentunya ini adalah kehormatan dan amanah yang harus saya laksanakan, dan kedepannya beberapa hal yang disampaikan bapak Irjen Fadil Imran selaku Kapolda terdahulu dan saya siap menjalankan segala tugas yang saya mampu kepada masyarakat Jakarta,” ujar Irjen Karyoto, Senin (3/4/2023).

Masih kata Karyoto, mudah-mudahan kedepan saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik, dan semua pihak dapat memberikan dukungan yang baik untuk bangsa dan negara.
(Tim)

Isi Jabatan Deputi Penindakan Dan Eksekusi Di KPK, Kejagung Siapkan Personel Terbaiknya

dutainfo.com-Jakarta: Pihak Kejaksaan Agung RI, telah menyiapkan personelnya untuk menjabat Deputi Penindakan Dan Eksekusi di Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), yang saat ini sedang kosong.

Sebelumya jabatan ini dijabat Irjen Pol Karyoto yang kini memangku jabatan Kapolda Metro Jaya.

“Ya Kejaksaan Agung akan mempersiapkan jaksa terbaiknya yang sudah memiliki pengamalan yang bagus untuk ditempatkan di jabatan itu,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Ketut Sumedana, kepada awak media, Senin (3/4/2023).

Masih kata Ketut, kita inggin KPK menjadi pendorong bagi penegak hukum yang lainya dalam mengungkap kasus-kasus kakap sebagaimana harapan masyarakat dan Ketua Dewas KPK.

Saat ini KPK telah menunjuk pelaksana tugas (PLT), guna mengisi sementara jabatan Deputi Penindakan dan Eksekusi yang ditinggalkan Irjen Pol Karyoto.

KPK, menunjuk Asep Guntur selaku Plt Deputi Penindakan.

“Ya benar Pak Asep Guntur selaku Plt Direktur Penyidikan dan merangkap juga sebagai Plt Deputi Penindakan,” ujar Jubir KPK Ali Fikri.
(Tim)

Terkait Kasus Proyek Tol MBZ Penyidik Kejagung Periksa Mantan Pejabat Jasa Marga

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung RI, memeriksa saksi dari PT Jasa Marga terkait kasus dugaan korupsi pembagunan Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat termasuk on/of ramp.

“Ya Penyidik memeriksa TN selaku Divisi Toll Road Business Development PT Jasa Marga, selain TN ada JS pegawai Jasa Marga yang ikut diperiksa,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Ketut Sumedana, Senin (3/4/2023).

Masih kata Ketut, pemeriksaan kedua saksi ini, dilakukan guna melengkapi pembuktian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Sebelumya Dirdik Jampidsus Kuntadi, mengatakan bahwa proyek ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi dalam penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan PT Waskita Karya dan PT Waskita Beton Precast.

Informasi, penamaan baru jalan Tol Layang Jakarta Cikampek II menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed ini didasarkan pada Keputusan Menteri PUPR No 417/2021 yang diteken per tanggal 8 April 2021.
(Tim)

Waduh Pakai PDH POM TNI, Kerap Peras Warga Ternyata TNI Gadungan

Foto: AH, Tentara Gadungan ditangkap Babinsa Koramil 04/Jatiasih Bekasi Serda Ayupti. (Ist)

dutainfo.com-Jakarta: Seorang TNI gadungan berinisial AH, ditangkap Babinsa Koramil Jatiluhur Kodim 0507/Bekasi, pasalnya AH kerap peras warga dan membuat warga resah.

“Tentara gadungan ini seringkali meresahkan masyarakat sekitar, dalam aksinya selalu menggunakan pakaian dinas harian (PDH), Polisi Militer Mabes TNI,” ujar Kapendam Jaya Kolonel Cpm Indra Wirawan, kepada awak media, Minggu (2/4/2023).

Masih kata Indra, AH ini sudah lebih dari setahun menjadi tentara gadungan dan membuat resah warga Jati Asih, bahkan memalak pengurus masjid.

Dalam menjalankan aksinya AH selalu menggunakan PDH dengan pangkat Sersan Mayor (Serma), kesatuan Pom Mabes TNI.

Pelaku AH, ini diamankan Babinsa Serda Ayupti dari Koramil Jatiasih, Kodim 0507/Bekasi.

Kejadian bermula saat Serda Ayupti, sedang menuju kantor dengan mengendarai sepeda motor, saat melintas di Jl Raya Wibawa, mencurigai seorang dengan pakean dinas harian TNI yang tak sesuai dengan penggunaannya.

Saat itu pelaku kabur saat dihentikan Babinsa Serda Ayupti, selanjutnya dikejar dan pelaku tak mau berhenti.

Serda Ayupti berusaha menghentikan tentara gadungan itu, namun pelaku tak mau berhenti, selanjutnya Serda Ayupti menendang motor pelaku hingga jatuh.

Namun pelaku tetap berupaya kabur, akhirnya pelaku dapat ditangkap Serda Ayupti dibantu warga.

“Pelaku ini sempat melarikan diri, sehingga Babinsa Serda Ayupti kembali mengejar pelaku, menggunakan motor, dan menabrak tentara gadungan, serta ditangkap dibantu warga,” kata Dandim 0507/Bekasi Kolonel Kav Luluk Setyanto.

Setelah berhasil diamankan pelaku dibawa ke Koramil 04/Jatiasih, selanjutnya diserahkan ke Polsek Jati Asih.
(Tim)