KPK Panggil Tiga Saksi Terkait Suap Kejati DKI

Foto:Mantan Aspidum Kejati DKI Agus Winoto saat diamankan KPK

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah memanggil tiga orang saksi terkait kasus dugaan suap penanganan perkara penipuan investasi Rp 11 miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

“Ya benar ada tiga saksi mereka diperiksa sesuai kapasitas dari saksi AGW mantan Aspidum DKI Jakarta,” ujar Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (7/8/2019).

Masih kata Febri, ketiga saksi yang dipanggil penyidik yakni Hendra Setiawan, Claudia Soedarman dan Herlina Rosilawati selaku Komisaris PT Surya Semarang Sukses Jaya Tama.

Sebelumnya diberitakan penyidik KPK telah menahan mantan Aspidum Kejati DKI Agus Winoto, Pengacara Alvin Suherman, dan Pengusaha Sendy Perisco.

Dimana diketahui mantan Aspidum Kejati DKI Agus Winoto ditangkap KPK diduga menerima suap Rp 200 juta dari Alvin Suherman dan Sendy Perisco.

Sementara pihak Kejaksaan Agung juga telah menahan beberapa jaksa lainnya terkait kasus suap Aspidum DKI Jakarta yakni Kasi TPUL Kejati DKI Yuniar Sinar Pamungkas, Kasubsi Penuntutan Kejati DKI Jakarta Yadi Herdianto dan Jaksa Arih Wira Suranta. (tim)

Dandim 0503/JB Tatap Muka Dengan Mitra Jaring

Foto: Dandim 0503/JB Letkol Arh Jatmiko Adhi saat Silahturahmi dengan anggota Jaring 423 dan Mitra Jaya Kodim 0503/JB

dutainfo.com-Jakarta: Terus jalin silahturahmi, Kodim 0503/Jakarta Barat, gelar pertemuan dengan komunitas jaring 423 dan Mitra Jaya Kodim 0503/JB, pada Selasa (6/8/2019).

Kegiatan silahturahmi tersebut juga sekaligus memperkenalkan Komandan Kodim 0503/JB yang baru yakni Letkol Kav Valian Wicaksono Magdi, S.sos.

Dalam kesempatan itu Dandim 0503/JB Letkol Arh Jatmiko Adhi, PC, SE, M.I.Pol mengatakan sangat berterimakasih kepada semua elemen masyarakat, tak terasa dirinya sudah hampir 5 bulan menjadi Dandim, ini adalah masa-masa yang luar biasa.

Wilayah Jakarta Barat memiliki berbagai etnis dan majemuk, namun yang sangat luar biasa adalah bisa saling kompak.

“Saya juga atas nama pribadi dan dinas mohon maaf apabila di dalam tugas sehari-hari terdapat kealpaan dan kekhilafan, semoga silahturahmi ini tetap terjaga, nanti apabila kita saling bertemu mohon saling Tegur sapa dimana saja kita berada,” ujar Letkol Jatmiko.

Dandim Letkol Arh Jatmiko juga mohon pamit untuk bertugas selanjutnya di Pusdik Arhanud, Cimahi, Jawa Barat.

Sementara Letkol Kav Valian Wicaksono yang akan menjabat Dandim 0503/JB mengapresiasi kegiatan silahturahmi ini, tak kenal maka tak sayang, mohon ijin perkenalkan nama saya Valian Wicaksono Magdi, lahir di Ambon 19 Juli 1977 memiliki darah campuran dari Bangkalan Madura dan Ambon.

Seperti diketahui Letkol Kav Valian Wicaksono sebelumnya juga menjabat Dandim 0911/Nunukan Kalimantan Utara.

Ditempat yang sama Ketua Mitra Jaya Kodim 0503/JB Bhakti Dewanto SH.MH mengatakan sangat mendukung kegiatan silahturahmi ini tentunya akan terus dapat mempererat hubungan baik dengan para pembina kita dan para anggota baik Komunitas Jaring 423 dan Mitra Jaya Kodim 0503/JB.

Hal yang sama dikatakan Ketua Komunitas Jaring 423 Yosep Hutabarat, dirinya juga merencanakan kedepan akan membenahi kepengurusan organisasi yang dipimpinnya dan sekaligus berharap ada arahan dari Bapak Dandim 0503/JB, guna eksistensi organisasinya.

Hadir pada kegiatan tersebut diantaranya, Dandim 0503/JB Letkol Arh Jatmiko Adhi, Letkol Kav Valian Wicaksono, Kasdim Mayor Inf M Rizal, Pasi Inteldim Lettu Sriyanto, Danramil 03/GP Kapten Inf Irwan Triyono, Ketua Mitra Jaya 0503/JB Bhakti Dewanto SH.MH, Ketua Komunitas Jaring 423 Yosep Hutabarat SH.MH, dan para anggota Mitra Jaya dan Jaring 423. ( Hdr )+

Polisi Gadungan Ditangkap Polsek Tanjung Duren

dutainfo.com-Jakarta: Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, berhasil menangkap pengangguran yang menjadi Polisi gadungan dan memeras terhadap warga.

Selain menangkap dua orang pelaku polisi gadungan, petugas juga menangkap 1 orang penadah dan barang bukti berupa dua lencana berlogo Korps Lidik Krimsus RI Investigasi serta uang Rp 2 juta, pada Sabtu (3/8/2019).

“Ya benar kami amankan beberap petugas gadungan,” ujar Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana Sik, pada awak media, Senin (5/8/2019).

Masih kata Kompol Lambe, beberapa waktu lalu korban bernama Lenny Ida (33) warga Rusun Polri Kedaung Kali Angke, Cengkareng Jakarta Barat, didatangi dua orang yang mengaku sebagai petugas penyidik Korps Lidik Krimsus RI Investigasi.

Pemerasan dilakukan dua tersangka DS dan SN yang mendatangi dan bermaksud memeras di toko minuman yang menjual minuman beralkohol didepan pasar inpres Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kemudian dua tersangka ini menunjukan lencana yang bertuliskan Korps Lidik Krimsus RI Investigasi, selanjutnya menanyakan SIUP perdagangan minuman beralkohol, namun dijawab korban SIUP sedang diproses.

Namun tersangka mengancam akan mencabut SIUP tersebut, korban merasa takut kemudian tersangka meminta uang Rp 10 juta agar SIUP tidak dicabut.

Masih sambung Kompol Lambe, korban menyanggupi sebesar Rp 6 juta.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Rensa, menambahkan berdasarkan laporan korban, dirinya bersama anggota langsung menuju lokasi tempat toko minuman tersebut.

“Sesampai dilokasi, anggota langsung menangkap dua orang tersangka dan barang bukti,” ungkap AKP Rensa.

Dari hasil interogasi para tersangka mengakui perbuatannya melakukan pemerasan dan ancaman pada Hari Minggu 21 Juli 2019, dan berhasil melakukan pemerasan uang tunai Rp 6 juta.

Masih menurut tersangka uang itu dibagikan kepada empat orang yakni DS, SN, AL, dan AW (DPO).

Namun akhirnya petugas dapat menangkap AW selaku penerima uang dari hasil kejahatan.

AW disinyalir sebagai penadah hasil kejahatan, kami tangkap bersama barang bukti uang Rp 2 juta, untuk AW kita kenakan pasal 480 KUHP, sedangkan tiga lainya kita kenakan pasal 368 KUHP, tutup Rensa. (Hdr/elw)

Kapuspenkum Kejagung: Masih didalami

dutainfo.com-Jakarta: Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, masih memeriksa dan mendalami kasus dugaan penerimaan suap terkait kasus kepabeanan yang ditangani pihak Kejari Semarang dan Kejati Jateng.

Beberapa hari yang lalu pihak tim penyidik Kejaksaan Agung dan KPK telah melakukan penggeledahan dan menyegel ruang kerja Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Tengah, Kusnin, dan tak hanya menyegel ruang Aspidsus saja, tim penyidik juga memeriksa Kajari Semarang dan beberap stafnya.

“Ya benar hingga saat ini masih dilakukan penyidikan oleh tim Kejagung, terkait kasus kepabeanan yang ditangani Kejati Jawa Tengah,” ujar Kapuspenkum Kejagung Mukri, pada awak media, (2/8/2019).

Ditanya awak media, apakah ada keterkaitan dengan kasus OTT KPK terhadap mantan Aspidum DKI Jakarta Agus Winoto.

Mukri menjawab hingga kini masih didalami oleh penyidik nanti hasil pemeriksaan seperti apa akan kita sampaikan.

“Masih dilakukan pendalaman dan pemeriksaan, perkembangan hasilnya akan disampaikan ya,” ungkap Mukri.

Seperti diberitakan sebelumnya tim Kejagung dan KPK telah melakukan penyegelan ruang kerja Aspidsus Kejati Jateng, Kusnin dan memeriksa 7 staf Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, termasuk Kajari Semarang.

Diduga penyegelan ini terkait penanganan kasus kepabeanan terdakwa Surya Soedharma, yang merugikan negara Rp 34 miliar.

Informasi yang dihimpun wartawan, kasus ini terkuak adanya pengembangan kasus dari Pengacara Alvin Suherman yang ditangkap KPK saat menyuap mantan Aspidum DKI Agus Winoto, terkait perkara penipuan investasi Rp 11 miliar yang sedang berproses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dimana pengacara Alvin Suherman juga menjadi pengacara terdakwa Surya Sudharma dalam kasus kepabeanan di Semarang Jawa Tengah.

Sementara sebelumnya Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI Adi Toegarisman, mengatakan pada awak media, kasus ini sedang didalami dan masih dalam pemeriksaan penyidik Pidsus Kejagung, nanti kalau sudah dilaporkan lengkap oleh penyidik akan kita sampaikan.

“Masih diperiksa penyidik, sabar ya, nanti laporan lengkap dari penyidik akan kami sampaikan,” ugkapnya.
(Tim)

Gempa 7,4 Goyang Jakarta

dutainfo.com-Jakarta: Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 terjadi di Sumur, Banten berlokasi pada 7,4 LS dan 104, 58 BT atau 147 km barat daya Sumur, Banten.

Gempa juga menggoyang Jakarta pada pukul 19.03 WIB, Jum’at (2/8/2019).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun resminya menyebutkan gempa di Sumur Banten pada 7,4 berpotensi tsunami (tim)