Advokat Senior Bhakti Dewanto, Kode Etik Dan UU Advokat Harus Dipertajam

Foto: Advokat Senior Bhakti Dewanto SH, MH, Ketua Mitra Jaya Kodim 0503/JB saat dengan Dandim 0503/JB Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki SIP.

dutainfo.com-Jakarta: Advokat senior Bhakti Dewanto SH,MH, yang juga Ketua Umum Mitra Jaya Kodim 0503/Jakarta Barat, mengatakan mendukung pernyataan Juristo dalam podcast Uya Kuya, Juristo dinilai berani mengungkapkan suatu kebenaran tentang Tindakan Pidana Alvin Lim.

Sebelumya diketahui Alvin Lim, dijemput pihak Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Polri, Alvin Lim akan menjalani masa tahanan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

“Saya menyatakan mendukung penuh peryataan Juristo dalam podcast tersebut, sebab Advokat seharusnya bertindak sesuai dengan UU No 18 tahun 2003 tentang Advokat menjunjung tinggi harkat dan martabat yang dikenal dengan istilah officium Nobile (Profesi Mulia,” ujar Bhakti.

Masih kata Bhakti, berkaca dari kasus Alvin Lim, seharusnya sabagai Advokat harus patuh hukum, dan harus dapat memberi contoh yang baik terhadap masyarakat, jika ada pelanggaran pidana yang dilakukan, harus dihadapi dan jalani sesuai dengan prosedur serta sesuai keputusan hukum atau keputusan hakim melalui pengadilan.

Masih sambung Bhakti, salah satu contoh penggunaan media sosial yang semakin marak ternyata seringkali melanggar asas praduga tak bersalah.

Bila ini dilakukan oleh pihak yang awam hukum maka hal ini dapat dimengerti walaupun tidak bisa dibiarkan.

“Namun apabila dilakukan oleh praktisi hukum, maka menimbulkan pertanyaan besar, apakah memang pemahaman akan Kode Etik Advokat dan Undang Undang Advokat harus dipertajam terutama dalam materi pendidikan Advokat,” ungkapnya.

Langkah ini diperlukan karena jangan sampai terjadi seorang Advokat yang seharusnya memegang erat-erat dan menjaga prinsip tersebut justru malah menjadi pelaku pelanggaran asas yang menjadi salah satu prinsip dasar Hak Asasi Manusia.

“Pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah ini berpotensi besar untuk terjadi penghakiman oleh praktisi hukum,” paparnya.
(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.