
Foto: Luka pada tangan korban Benny Ong
dutainfo.com-Jakarta: Aksi premanisme kembali terjadi di wilayah Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hal ini dialami Benny Ong warga Jelambar Utara Raya yang juga eks Ketua RW.
Benny mengungkapkan awal kejadian dirinya dikeroyok, saat ia sedang asyik nongkrong bersama rekan-rekanya di kedai kopi Jelambar Baru, pada Rabu 18 September 2019, Tiba-tiba datang dua orang pelaku berinisial TW dan GJ pelaku kemudian bicara dengan korban bahwa akan melakukan pemukulan terhadap dirinya.
Dirinya mengungkapkan sebelum terjadi pemukulan, sekitar dua minggu sebelum pengeroyokan GJ tiba-tiba bicara sama saya dia bilang kamu gak tahu malu, Kemudian saya bilang ke dia saya catat omongan kamu,” ujar Benny, Rabu (16/10/2019).
Selang beberapa hari saya tanyakan lagi maksud omongan dia saat bertemu dengannya sambung Benny, kamu masih ingat enggak yang waktu itu kamu bilang kalau saya gak tahu malu, lantas dia bilang ingat, saya berpikir berarti GJ dalam keadaan sadar waktu itu, dan saya bilang gak tahu malu memangnya saya punya hutang sama nenek moyangmu.
“Setelah itu GJ dan TW datang menghampiri saya pada saat saya tengah ngobrol dengan teman-teman saya, kemudian TW bilang bahwa GJ akan memukul kamu, saya bilang silahkan saja sebab saya merasa tidak ada salah.
Disaat itu pula GJ mendorong saya dan mengambil kursi melempar ke arah saya, mengenai wajah saya, saat itu pula ketika saya hendak berdiri dipegangi oleh seseorang hingga melukai tangan saya mengeluarkan darah,” ungkap Benny.
Lantas setelah kejadian saya berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Polsek Tanjung Duren guna membuat laporan dan Visum dengan nomor laporan : LP/572/IX/2019/PMJ/Restro Jakbar/Sektro TG Duren.
Namun Benny mempertanyakan hingga kini pelaku belum juga diperiksa.
Saat dikonfirmasi oleh wartawan ke Mapolsek Tanjung Duren pada Kamis (17/10/2019), penyidik mengatakan memang benar kami masih butuh dua saksi guna proses sidik, setelah saksi dapat dihadirkan pasti langsung kami proses. (Tim)
