
Dutainfo.com-Jakarta: Presiden RI Prabowo Subianto, mengatakan penyelundupan yang masih terjadi di Indonesia, dirinya meminta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk bertindak.
“Pekerjaan kita masih berat, perjalanan masih panjang, kebocoran masih terjadi, penyelundupan masih terjadi, Panglima TNI-Kapolri-Menteri Keungan, anda punya lembaga-lembaga yang tugasnya untuk menghentikan penyelundupan, gunakan segala wewenang yang ada pada anda untuk menegakan itu,” ucap Prabowo dalam pidatonya di Kejagung, Jumat (10/4/2026).
Masih kata Prabowo, dirinya sangat setuju hukum adalah instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara, tanpa kekayaan bangsa dan negara tidak mungkin rakyat kita hidup sejahtera.
Pada kesempatan ini Prabowo mengaku bahagia karena pemerintahnya berhasil menyelamatkan uang negara total Rp 31,3 triliun.
“Kita hari ini hadir dalam acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan dan aset negara serta penagihan denda administratif tahun 2026 sebesar Rp 11.420.104.815.858, saudara-saudara sekalian ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagian bagi saya, bahwa hal ini terjadi berkali-kali di dalam pemerintahan yang saya pimpin baru 1,5 tahun,” ungkapnya.
Presiden Prabowo merincikan selama Oktober 2025 ini, pemerintahanya sudah menyelamatkan uang negara Rp 31,3 triliun, salah satunya uang yang diselamatkan ini berasal dari kasus tindak pidana korupsi.
“Pada Oktober 2025, kita berhasil menyelamatkan uang negara Rp 13,255 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas eksport crude palm oil dan turunanya, selang dua bulan kemudian Desember 2025 kita kembali berhasil selamatkan uang Rp 6,625 triliun dan hari ini 10 April kita berhasil menyelamatkan Rp 11,420 triliiun,” kata Prabowo.
Dengan demikian total uang tunai yang berhasil kita selamatkan hingga kini adalah Rp 31,3 triliun.
(Tim)