Generasi Muda Diharapkan Pimpin PBB

dutainfo.com-Jakarta: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, akan menyerahkan kepemimpinan partai pada generasi muda. Dengan penyelengaraan muktamar PBB pada September 2019, dirinya berharap bisa melahirkan kepemimpinan baru.

Riuh perdebetan ihwal siapa yang pantas menduduki kursi Ketua Umum Partai Bulan Bintang peroide 2020-2025 mendatang memasuki babak baru yang kian seru.

Membaca di media sosial yang mendesak Yusril Ihza Mahendra agar kembali menjadi Ketua Umum, pengurus Pemuda Bulan Bintang DKI Jakarta mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan hal tersebut.

“Ya kami diskusi ringan saja seperti biasa. Tidak terlalu suka formal-formal, intinya ada dua hal, Pertama evaluasi derap langkah perjuangan PBB selama ini, kedua memetakan siapa yang pantas memimpin partai kedepan. Itu saja mas,” ujara Ketua Pemuda Bulan Bintang DKI Jakarta Maulana Ainul Arsy, (10/8/2019).

Masih kata Maulana, PBB butuh sosok muda yang baru dan segar untuk melompat lebih tinggi lagi dalam percaturan politik nasional sekarang ini.

Kepiawaian Yusril harus dilanjutkan dengan tokoh muda yang enerjik dan milenial.

“Kalau memakai istilah sekarang ya disebut milenial. Prinsipnya pemimpin PBB kedepan harus berusia 40an.

Bang Yusril dan tokoh PBB pada awal berdiri, seingat kami juga ada di kisaran usia itu.

Bang Kanan, Hamdan Zoelva, Fadli Zon, Ali Mochtar Ngabalin, Tuan Guru Bajang, dan lainya,” ungkapnya.

Saat ditanya awak media siapa yang pantas memimpin saat ini, tanpa ragi alumni FISIP UIN Syarif Hidayatullah ini menyodorkan dua nama yakni Azanil Kelana dan Yurisman Star.

Menurut Maulana, Azanil Kelana adalah sosok pemuda yang enerjik, sementara Yurisman Star merupakan sosok muda yang telah malang melintang sebagai aktivis akademisi tingkat nasional yang juga masih sangat segar.

“Inilah tawaran kami pada muktamarin yang memiliki hak suara pada muktamar V nanti. Diskusi kami tadi berangkat dari keresahan saja selama berproses dan berjuang di PBB,semoga bisa jadi bahan pertimbangan seluruh pihak,” tutup Maulana.
(Elw)

Massa FPP Tandatangani Dukungan Terhadap Jokowi-Ma’ruf

dutainfo.com-Jakarta: Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Penegak Pancasila (FPP) Solidaritas Jokowi-Ma’ruf Amin (Salami), mengkampanyekan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ketua Umum FPP Gondo Margono menyampaikan, tujuh puluh tiga tahun yang lalu di Tugu Proklamasi naskah proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh para bapak pendiri bangsa. Sejak saat itu, kita adalah bangsa yang merdeka untuk memilih pemimpin yang sejati dan bekerja dengan nurani berdasarkan demokrasi.

“Kemarin malam kita semua berkumpul bersama tanpa membedakan latar belakang untuk mendukung dan mengawal pesta demokrasi bangsa Indonesia yang akan segera dimulai.

Selama kurang lebih 210 hari kedepan, rangkaian kampanye gagasan dan program menuju Indonesia mapan dan maju akan segera bergerak dan bergelora di seluruh Indonesia,” ujar Gondo, Minggu (23/9/2018).

Kita menggunakan hak suara kita untuk menentukan pemimpin, pengabdi, pelindung dan pembela rakyat bangsa Indonesia yang akan meneruskan perjalanan pembangunan demi mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa Indonesia.

Yaitu, cita-cita menjadi bangsa yang besar maju, mapan dan makmur berlandaskan Pancasila, serta Bhineka Tunggal Ika.

“Pemilu bukanlah ajang perseteruan, arena saling serang ataupun saling mengalahkan, tetapi sebuah perayaan proses demokrasi untuk memperjuangkan visi, gagasan, ide dan program untuk menuju Indonesia maju,” tegasnya.

Mari kita wariskan dan mari kita tunjukan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia mampu menjalankan demokrasi pemilihan umum yang terbaik, cerdas dan damai, serta menghormati perbedaan dan persaudaraan.

Menjujung tinggi peraturan dan persatuan, menciptakan kekuatan bersama menuju Indonesia maju.

Guna lebih menguatkan kepemimpinan Bapak Joko Widodo sambung Gondo, “agar lebih memiliki nilai fungsional bagi rakyatnya, maka perlu adanya dukungan pemikiran-pemikiran konstruktif yang lebih terstruktur demi wujudnya Indonesia bersih, adil dan makmur.

Oleh karena itu kami yang tergabung dalam Forum Penegak Pancasila secara terbuka dan kesadaran penuh mendeklarasikan dukungan kepada Bapak Ir Joko Widodo kembali memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada periode 2019-2024 bersama KH Prof Ma’arif Amin,” jelasnya.

Masih banyak tugas yang harus diselesaikan Bapak Jokowi oleh karenanya Kami Forum Penegak Pancasila dan Salami (Solidaritas Jokowi-Ma’ruf Amin) mendukung penuh Bapak Jokowi dan Ma’ruf Amin untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada periode 2019-2024.

Dalam kegiatan itu FPP juga menandatangani dan memberikan pin Jokowi-Ma’ruf serta bunga kepada para relawan juga masyarakat sebagai bentuk dukungan. (Elw)

Prabowo Subianto Pilih Sandiaga Uno Ini Pilihan Terbaik

Foto : Prabowo dan Sandiaga Uno Capres dan Cawapres (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Terjawablah sudah siapa Cawapres Prabowo Subianto untuk maju Pilpres 2019, pilihan itu jatuh pada Sandiaga Uno yang diumumkan di Kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/8/2018) malam.

Sandiaga Uno adalah pilihan yang terbaik dari yang ada, hal ini dikatakan Prabowo Subianto yang dihadiri Partai Gerindra, PAN, dan PKS.

Dalam kesempatan itu Prabowo juga mengatakan bahwa Sandiaga telah berkorban banyak, beliau rela mundur dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, dan mundur dari jabatan di Partai Gerindra.

Nampak hadir dalam acara deklarasi itu pimpinan tiga partai yakni Zulkifli Hasan (Ketum PAN), Sohibul Iman (Presiden PKS), dan Prabowo sendiri, semua didampingi Sekjen partai.

Ini merupakan kepercayaan yang sangat besar. Kami mohon kepada Allah yang maha kuasa untuk mendapat bimbingan guna mengemban kepercayaan ini, ujar Prabowo.

Prabowo Subianto juga mengucapkan terimakasih pada awak media yang telah mengikuti proses politik yang panjang, proses ini tentu sangat panjang dan melelahkan.

Terima kasih rekan-rekan wartawan yang telah sabar, bahkan rela digigit nyamuk, untuk menunggu proses politik ini.

Selain itu Prabowo juga sangat mengapresiasi PAN, dan PKS yang rela mengikhlaskan posisi Cawapres untuk Sandiaga Uno. (Hdr/tim)