Gegara Ngobrol Saat Kapolri Memberikan Arahan Kapolres Dicopot

Foto: Kapolres Kampar Riau AKBP Asep Darmawan (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Kapolres Kampar AKBP Asep dicopot jabatanya gegara Ngobrol saat Kapolri Jenderal Idham Azis memberika arahan saat HUT Brimob di Depok Jawa Barat.
“Ya ada mutasi, Kapolres Kampar saat ini ditempatkan di Yanma untuk diperiksa,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal, Selasa (19/11/2019).

Pencopotan jabatan Kapolres Kampar AKBP Asep tertuang dalam surat telegram nomor ST/3094/XI/KEP/2019), Surat tersebut ditandatangani Asisten SDM Mabes Polri Irjen Pol Eko Indra Heri.

Sebelumnya diketahui Kapolres Kampar AKBP Asep baru dua bulan menjabat pada pertengahan September 2019, jabatan Kapolres Kampar Riau diserahterimakan pada AKBP Muh Kholid.
(Tim)

Polsek Tambora Ringkus Bandar Sabu Di Rumahnya

dutainfo.com-Jakarta: Bandar narkoba jenis sabu diringkus Polsek Tambora Jakarta Barat di rumahnya, Jalan Tanah Sereal, Tambora Jakarta Barat, sebanyak 24 paket sabu juga berhasil diamankan petugas.

“Ya benar dari tangan tersangka kita amankan 24 paket klip kecil sabu, handphone, dan uang Rp 400 ribu,” ujar Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh, (18/11/2019).

Masih kata Kompol Iver Son, pengungkapan ini hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya.

Hasilnya anggota kami berhasil mengamankan IF (22) dan menyita sabu sebanyak 24 paket.

Selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan terhadap IF, dirinya mengakui mendapat narkoba itu dari saudaranya bernama Rahmayati alias Nyai (DPO).

Anggota masih melakukan pengejaran terhadap DPO Rahmayati.
(Tim)

Jaksa Agung Minta Kajari Depok Luruskan Pernyataan Terkait Aset First Travel

dutainfo.com-Jakarta: Terkait lelang aset First Travel, Jaksa Agung minta kepada Kajari Depok Yudi Triadi meluruskan pernyataannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok Yudi Triadi mengatakan akan melelang aset terpidana Andika dan Anniesa terkait kasus penipuan Jamaah Umroh, hal tersebut menurutnya sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Namun Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah memerintahkan Kajari Depok Yudi agar meluruskan pernyataannya, sebab pihak Kejaksaan masih mengupayakan agar putusan supaya aset First Travel dikembalikan pada para korbanya.

“Ini akan dipelajari dan kalau memang itu salah saya akan minta beliau meluruskan dan mempertanggungjawabkan,” ujar Sanitiar Burhanuddin, pada awak media, Senin (18/11/2019).

Masih kata Jaksa Agung dirinya memastikan bahwa barang bukti itu tidak akan berkurang, harus sesuai, kita harusnya berpendapat harusnya dikembalikan kepada para korban bukan untuk disita negara, ini menjadi masalah, eksekusi kita kesulitan.

Seperti diketahui sebelumnya Mahkamah Agung lewat kasasi memutuskan agar seluruh aset First Travel diserahkan pada negara bukan ke para korban.

Sementara Kapuspenkum Kejagung Mukri mengatakan pihak Kejaksaan Agung pastikan pengembalian uang jamaah masih diprioritaskan.

“Saat ini Kejari Depok sedang koordinasi terkait upaya hukum selanjutnya yang akan diambil jaksa,” ucap Mukri.

Kajari Depok Yudi Triadi sendiri sudah meluruskan pernyaatannya semula akan melelang aset First Travel, dan tak akan melakukan pelelangan aset yang masih digugat secara perdata.

“Kami akan mempending eksekusi terkait aset itu,” ungkapnya.
(Tim)

Tiga Jaksa Agung Muda Dilantik Jaksa Agung

Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin saat melantik Tiga Jaksa Agung Muda (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin melantik tiga Jaksa Agung Muda yakni Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Jaksa Agung Muda Pembinaan, dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, serta pejabat eselon I dan II di Kejaksaan Agung RI, Senin (18/11/2019).

Untuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Ali Mukartono, Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Rukmono, dan Jaksa Agung Muda Tata Usaha Negara Feri Wibisono.

Dalam amanatnya Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta kepada para Jaksa Agung Muda untuk bekerja secara teamwork dan pastikan satuan kerja yang dipimpin dapat berjalan dengan baik dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan tepat.

Selain itu amanat juga disampaikan Jaksa Agung untuk Ali Mukartono agar mengoptimalkan bentuk pedoman tuntutan pidana yang memenuhi rasa keadilan, dan pendelegasian wewenang dalam pengendalian perkara pidana umum harus dilakukan secara tepat.

“Laksanakan monitoring baik secara berkala maupun insedentil sehingga pengembalian berkas perkara maupun penanganan perkara yang mengganggu rasa keadilan masyarakat yang masih terjadi dapat diminimalisir,” tegas Burhanuddin.

Semenara untuk pejabat eselon juga dilantik diantaranya mantan Kajati DKI Jakarta Tony Tri Bagus Spontana menjadi staf ahli Jaksa Agung.
(Tim)

Tiga Jaksa Agung Muda Dilantik Jaksa Agung

Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin saat melantik Tiga Jaksa Agung Muda (ist)

dutainfo.com-Jakarta: Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin melantik tiga Jaksa Agung Muda yakni Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Jaksa Agung Muda Pembinaan, dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, serta pejabat eselon I dan II di Kejaksaan Agung RI, Senin (18/11/2019).

Untuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Ali Mukartono, Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Rukmono, dan Jaksa Agung Muda Tata Usaha Negara Feri Wibisono.

Dalam amanatnya Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta kepada para Jaksa Agung Muda untuk bekerja secara teamwork dan pastikan satuan kerja yang dipimpin dapat berjalan dengan baik dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan tepat.

Selain itu amanat juga disampaikan Jaksa Agung untuk Ali Mukartono agar mengoptimalkan bentuk pedoman tuntutan pidana yang memenuhi rasa keadilan, dan pendelegasian wewenang dalam pengendalian perkara pidana umum harus dilakukan secara tepat.

“Laksanakan monitoring baik secara berkala maupun insedentil sehingga pengembalian berkas perkara maupun penanganan perkara yang mengganggu rasa keadilan masyarakat yang masih terjadi dapat diminimalisir,” tegas Burhanuddin.

Semenara untuk pejabat eselon juga dilantik diantaranya mantan Kajati DKI Jakarta Tony Tri Bagus Spontana menjadi staf ahli Jaksa Agung.
(Tim)